BUSINESS

20 Perusahaan dengan Belanja Iklan Teratas di Indonesia, Siapa Juara?

Perusahaan perlu habiskan 1-9% pendapatan untuk beriklan.

20 Perusahaan dengan Belanja Iklan Teratas di Indonesia, Siapa Juara?Ilustrasi belanja iklan. (Shutterstock/BestforBest)

by Desy Yuliastuti

31 August 2022

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Nielsen merilis 20 pengiklan dan 20 industri dengan belanja iklan teratas di sepuluh pasar Asia Pasifik: Australia, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.  Angka tersebut didapatkan dari seluruh media utama di sepuluh pasar Asia Pasifik selama paruh pertama 2022 dengan memanfaatkan solusi Nielsen Ad Intel.

Dalam laporan tersebut, industri alat perkantoran, kosmetik, hingga obat-obatan menjadi penyumbang terbesar Belanja Iklan Semester 1 2022. Adapun 5 industri teratas di antaranya, office equipment (Rp29 triliun), toiletries and cosmetics (Rp25 triliun), beverages (Rp22 triliun), food (Rp 19 triliun), dan medicines (Rp10 triliun). 

Head of Commercial and Growth Nielsen Asia-Pacific, Arnaud Frade mengatakan dalam lanskap media yang kompleks dan beragam saat ini, konsumen memiliki akses ke berbagai konten di banyak platform daripada sebelumnya. 

“Untuk dapat bersaing dalam industri yang semakin kompetitif, bisnis memerlukan intelijen periklanan yang andal guna mengembangkan strategi media yang efisien dan untuk membentuk keunikan dari pesaingnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/8).

Unilever, Valorant, dan Mayora teratas

Dok. Nielsen

Laporan Nielsen ini juga mengungkapkan daftar Top 20 advertisers/group Indonesia. Unilever, Valorant, dan Mayora menyumbangkan bujet iklan tertinggi di periode tersebut dari sisi pengiklan. Diikuti Procter & Gamble dan Wings Food dalam belanja iklan.

Di Indonesia, dalam daftar Top 20 industries, peringkat lima besar cukup kompetitif dalam beriklan, di antaranya industri alat perkantoran, komputer, dan komunikasi yang menghabiskan bujet iklan hingga. Menyusul toiletries dan kosmetik, minuman, makanan, obat/farmasi.

Angka tersebut didapatkan dari top 20 pengiklan dan industri di seluruh media utama di sepuluh pasar Asia Pasifik dengan memanfaatkan solusi Nielsen Ad Intel. Riset ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sepuluh pasar Asia-Pasifik: Australia, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.

Menurut Nielsen’s ROI Report, diperlukan pengeluaran media sebesar 1 persen hingga 9 persen dari pendapatan agar brand tetap kompetitif. Peringkat yang dirilis ini memberikan sekilas gambaran tentang wawasan yang tersedia untuk meningkatkan strategi iklan pemasar.

Nielsen Ad Intel mengungkap, meskipun peringkat pengiklan bervariasi berdasarkan masing-masing pasar, tetapi pengiklan terbesar berada dalam kategori barang konsumen, ritel, komunikasi, dan makanan di seluruh pasar yang dilaporkan. 

Arnaud Frade mengimbau para pemasar mengetahui insight agar dapat membedakan diri mereka dari pesaing dan untuk membuka jalan terbaik ke strategi pemasaran, Nielsen Ad Intel menurutnya bisa jadi solusi agar mendapatkan intelijen berkualitas.

Related Topics