Comscore Tracker
BUSINESS

Volkswagen Dirikan Modal Ventura Demi Dekarbonisasi

Modal awal Volkswagen mencapai €300 juta.

Volkswagen Dirikan Modal Ventura Demi DekarbonisasiShutterstock/josefkubes

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Volkswagen berencana menekan emisi karbon dengan mendirikan dana modal ventura. Keseriusan perusahaan mobil yang berbasis di Wolfsburg, Jerman itu ditunjukkan lewat niatan membiayai proyek-proyek dan startup dekarbonisasi. Nilai awal yang diinvestasikan mencapai €300 juta atau sekitar Rp 5,05 triliun.

"Dekarbonisasi akan membuat banyak hal lebih terjangkau, tidak lebih mahal," kata Herbert Diess, CEO Volkswagen dalam posting LinkedIn, dikutip dari Antara, Rabu (8/9).

Diess menambahkan, pengurangan karbon dioksida dimungkinkan tanpa mengorbankan standar hidup. Namun, hingga kini, biaya untuk menurunkan emisi karbon masih mahal.

“Penangkapan karbon untuk menghilangkan CO2 dapat dilakukan, tetapi belum dalam skala besar dan masih sangat mahal,” ujarnya.

Volkswagen juga memiliki tujuan lain yang sejalan dengan upaya menekan emisi karbon dan pendirian modal ventura. Apa saja langkah yang akan diambil?

Fokus mengubah teknologi kendaraan

Dalam laman resmi perusahaan, produsen mobil VW ini mengaku fokus mengubah teknologi kendaraannya. Sejak 2020, teknologi pada mobil listrik Volkswagen ID.3 telah berkontribusi dengan menghasilkan jejak karbon netral.

VW menggandeng seluruh supplier dan partner untuk mencapai karbon netral dalam seluruh rantai pasok. Termasuk dalam produksi baterai lithium ion di Eropa yang menggunakan sumber listrik ramah lingkungan.

Jejak karbon yang tak terhindarkan dari proses produksi, akan dikompensasikan dengan aneka proyek iklim tersertifikasi. Langkah VW ini didasarkan pada temuan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang mengungkap sektor transportasi menyumbang sekitar 14 persen dari emisi gas rumah kaca global.  

Investasi teknologi terbarukan

Sebelumnya, VW dilaporkan menargetkan karbon netral di pabriknya pada 2050, dengan investasi di teknologi terbarukan. Pabrikan kendaraan yang didirikan sejak 1973 ini juga berniat memangkas emisi CO2 sebesar 40 persen per kendaraan di Eropa, dari level emisi pada 2018.

Langkah tersebut cukup signifikan. Sebab artinya setiap kendaraan VW akan mengurangi sumbangan emisi CO2 sebesar 17 ton. VW optimistis target ini akan dicapai pada 2040. 

Untuk mencapai target tersebut, VW akan meningkatkan produksi kendaraan listrik dari 35 persen total produksi menjadi 55 persen pada 2030. VW juga akan merilis setidaknya satu kendaraan listrik model baru setiap tahun.

Dalam upaya untuk membuat mobil bertenaga baterai terjangkau untuk massa dan generasi muda, Volkswagen pada Senin (6/9) mengumumkan produksi mobil kecil yang sepenuhnya listrik, ID LIFE, yang akan diluncurkan pada 2025.

Pada 2020, total jejak karbon VW secara global sebesar 369 juta ton. Setara dengan Inggris yang berada di peringkat 10 penyumbang emisi terbesar dunia.

BKPM dekati Volkswagen untuk investasi mobil listrik di RI

Sejalan dengan fokus pemerintah pada pengembangan industri kendaraan listrik beserta turunannya, pada Maret lalu pemerintah ternyata sudah melakukan penjajakan dengan Volkswagen agar mengembangkan mobil listrik dan baterai listrik di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, bahwa akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari potensi calon investor. Dijelaskan Bahlil, saat ini komunikasi sedang dilakukan, bersamaan dengan pendekatan kepada sejumlah investor.

"BASF dalam proses komunikasi, Tesla dalam proses komunikasi. Kemudian juga adalah VW itu juga dalam proses komunikasi," kata dia dalam webinar MNC Group Investor Forum 2021, Rabu (3/3).

Selain itu, pemerintah telah berhasil menggaet beberapa perusahaan dari berbagai negara untuk menanamkan investasinya di Indonesia, di antaranya LG yang akan membangun pabrik baterai mobil listrik.  Ada pula perusahaan asal China CATL (Contemporary Amperex Technology). CATL sudah masuk untuk produksi baterai terintegrasi dengan nilai invetasi US$5,2 miliar.

Related Topics

Related Articles