Comscore Tracker
BUSINESS

Mengenal Venture Capital Sang Penyuntik Modal Startup

Startup melesat tumbuh secepat kilat hingga jadi unicorn.

Mengenal Venture Capital Sang Penyuntik Modal StartupIlustrasi Pertumbuhan modal/Pixabay

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Keberadaan Venture Capital atau (VC) atau modal ventura menjadi salah satu faktor penting dalam startup. Keberadaannya menjadi tumpuan startup agar operasional berjalan lancar, sebab hingga kini kendala terbesar adalah pendanaan atau modal. Begitu pula yang terjadi di Indonesia. 

Berkat suntikan modal dari venture capital, para perusahaan startup tumbuh tak biasa. Sayap bisnis bukan berkembang perlahan-lahan, tapi secepat kilat. Mulai dari penambahan sumber daya manusia, publikasi besar-besaran, hingga valuasi tembus US$1 miliar dan menjadi unicorn.

Berdasarkan data Bain & Company's Southeast Asia Private Equity Practice, tercatat ada 12 unicorn di Asia Tenggara per Desember 2020 yaitu Bigo, Gojek, Grab, Bukalapak, Lazada, Razer, OVO, Sea Group, Traveloka, Tokopedia, VNG, dan VNPay. 

Mengacu daftar tersebut, 5 dari 12 unicorn di atas berasal dari Indonesia per akhir 2020. Pada 2021, ada satu lagi startup asal Indonesia yang menyusul masuk dalam daftar unicorn, yaitu J&T Express, sebuah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang logistik.

Nama-nama besar itu tentu disokong dana tak sedikit untuk mengembangkan layanan. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan venture capital? Dan mengapa penting bagi perusahaan startup? 

Berikut penjelasan lengkapnya yang Fortune Indonesia rangkum untuk Anda.

Pengertian Venture Capital

Venture capital adalah suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan swasta sebagai pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu. Biasanya venture capital berasal dari investor besar hingga investasi bank. 

Jadi, VC akan berinvestasi pada perusahaan yang akan bertumbuh. Umumnya para startup yang memiliki prospek bisnis potensial untuk membantu startup tersebut naik level.

Hubungan antara VC dengan startup yang didanai tentunya saling menguntungkan, karena nantinya keuntungan yang diperoleh akan dialirkan kembali ke VC sesuai dengan keuntungan yang telah disepakati bersama.

Lebih lanjut lagi, untuk mengelola modal tersebut, dari aktivitas manajemen, administrasi pendanaan, penyaluran dana, hingga pengawasan venture capital, tentunya perlu ada yang menjalankannya.

Bagian yang mengawasi venture capital di perusahaan startup disebut sebagai venture capital fund atau venture capitalist. Dengan hal itu, maka sudah jelas kalau venture capital adalah dananya dan venture capitalist adalah orang-orang yang mengelolanya.

Sumber dana Venture Capital

Pada umumnya venture capital bukan milik perorangan, melainkan gabungan dari berbagai pihak. Pihak ini dinamakan sebagai limited partners.

Limited partners diisi oleh kalangan konglomerat, bank investasi, lembaga keuangan, investor kaya raya, lembaga keuangan, emilik dana mengendap (endowment), dan sebagainya.

VC akan bergerak seperti Manajer Investasi (MI) reksadana, tentunya VC dalam porsi yang lebih besar. Jadi, tidak sembarang startup akan didanai oleh VC. 

Mengapa? Karena investasi ini sangat beresiko, mengingat startup merupakan perusahaan rintisan yang berkemungkinan besar mengalami kegagalan.

Venture capital memiliki tahapan penilaian sendiri sebelum memberikan dana kepada perusahaan yang membutuhkan modal bisnis. Beberapa faktor yang jadi pertimbangan di antaranya adalah potensi pertumbuhan perusahaan, kekuatan tim manajemen, dan keunikan produk atau layanan yang ditawarkan.

Cara kerja Venture Capital

Pada mulanya, para pihak yang tergabung dalam Limited Partners (LP) menginvestasikan uang dan meminjamkan sebagai management fee kepada venture capitalist.

Lalu, venture capitalist akan menyuntikkan modal yang terkumpul ke beberapa startup yang sesuai dengan kualifikasi venture capital.

Selain menyuntikan dana, VC dapat memberi saran bahkan me-review kinerja startup, hingga mencarikan peluang guna mendapat keuntungan dari dana yang telah diinvestasikannya.

Jadi, kapan VC mendapatkan keuntungan? VC akan mendapatkan keuntungan dari dana yang disuntikkan selepas startup yang didanai telah Exit.

Exit berarti startup yang disuntik modal melakukan IPO atau go public, diakuisisi, dijual, diinvestasikan sebagian atau seluruhnya oleh VC yang lebih besar lagi.

Keuntungan yang didapatkan VC biasanya 20 persen dari return dan 80 persen + management fee yang diberikan oleh limited partners (LP).

Tahapan pendanaan startup

Berikut tahapan pendanaan startup yang wajib Anda ketahui.

1. Pre-Seed

Pre-seed merupakan pendanaan bagi startup sebelum menjadi sebuah entitas bisnis, pendanaan ini dilakukan pada masa pengembangan produk.

Pada tahap pre-seed belum ada investor maupun venture capital yang mendanai startup ini. Biasanya startup melakukan bootstrapping.

Dana yang digunakan untuk operasional atau pembiayaan produksi berasal dari uang pribadi, keluarga atau teman. Jadi para foundernya patungan gengs!

2. Seed Funding

Pendanaan ini dilakukan saat produk yang ditawarkan startup baru saja jadi. Misalnya baru launching ke pasar dan responnya positif.

Pendanaan ini dilakukan untuk menyempurnakan produk dan menarik konsumen lebih banyak lagi.

Pada tahap ini kamu dapat menggunakan fasilitas startup inkubator, akselerator hingga fasilitas securities crowdfunding JOINAN.

3. Growth Funding

Growth funding adalah pendanaan startup pada tahap pertumbuhan guna meningkatkan skala bisnis, menerapkan model bisnis yang dirancang, dan meningkatkan operasional bisnis guna memacu pertumbuhan pelanggan.

Pada tahap ini pendanaan dibagi menjadi beberapa seri. Berikut seri pendanaan bagi startup:

a. Seri A Pendanaan

Dilakukan setelah perusahaan memiliki daya tarik berupa jumlah pengguna produk, tingakt omzet, views dan capaian KPI (Key Performance Indicator) lainnya.

Valuasi startup pada masa seri A mulai dari US$10 juta hingga US$15 juta.

b. Seri B Pendanaan

Pendanaan seri B dilakukan bagi startup yang sudah memiliki produk yang dipakai pengguna, hingga melakukan ekspansi.

Ekspansi di sini tak hanya banyaknya orang yang menggunakan barang atau jasanya, tapi juga untuk menambah tenaga kerja berkualitas guna meningkatkan kualitas dan daya saingnya.

Pada seri B, valuasi perusahaan biasanya mencapai US$30 juta hingga US$60 juta dan pendanaannya berkisar pada US$7 juta hingga US$10 juta.

c. Seri C Pendanaan

Pendanaan seri C dilakukan bila startup sudah berjalan dengan baik dan siap ekspansi ke segmen pasar potensial lainnya dengan cara memberi perusahaan lain, atau membuat produk baru.

Pada tahap ini, perusahaan akan melakukan ekspansi hingga ke pasar internasional.

Pendanaan seri C dilakukan guna meningkatkan valuasi perusahan sebelum IPO atau go public.

Valuasi perusahaan pada seri C berkisar US$100 juta hingga US$120 juta hingga lebih. Rata-rata pendanaannya mencapai US$26 juta.

d. Seri D, E, F, …

Pendanaan di atas seri C dilakukan untuk menguatkan, menjaga status startup sebagai perusahaan privat, maupun untuk membiayai operasional bagi perusahaan yang mengalami penurunan.

Jenis-Jenis Pendanaan Venture Capital

1. Seed Capital

VC akan memberikan dana dalam jumlah kecil sebagai bentuk pendanaan tahap awal bagi startup yang belum terorganisasi dengan baik.

2. Startup Capital

Startup yang didanai pada fase biasanya telah memiliki produk sendiri dan telah menjalani tahap awal bisnisnya.

VC akan mendanai startup guna merekrut tenaga kerja berkualitas, melakukan riset lanjutan, dan finishing produk atau jasa yang ditawarkan.

3. Early Stage Capital

Pada tahap ini, startup telah mencapai perkembangan dan prospek yang baik dua hingga tiga tahun ke depan.

Struktur organisasinya juga sudah lengkap dan memiliki kantor sendiri. VC akan mendanai untuk meningkatkan penjualan, produktivitas dan efisiensi startup.

4. Expansion Capital

Pendanaan pada jenis ini diberikan pada perusahaan yang telah mapan dan siap berekspansi.

VC akan menyuntikan dana kepada startup guna melakukan ekspansi di segmen pasar baru, atau memaksimalkan pasar yang ada.

5. Late Stage Capital

Apabila startup sudah mencapai pada fase tertentu dengan hasil yang bagus, startup pasti membutuhkan dana untuk meningkatkan kapasitas dana menambah modal.

Pendanaan pada tahap ini sangat diperlukan untuk membuat startup lebih baik lagi ke depannya.

Venture Capital yang ada di Indonesia

Berikut 5 Venture Capital di Indonesia yang dapat menjadi alternatif pendanaan bagi startup.

1. East Venture

East venture merupakan venture capital yang seringkali terlibat pada pendanaan startup besar di Indonesia.

Berbagai startup besar seperti Tokopedia, Berrybenka, hingga Traveloka, dan masih banyak lagi pernah didanainya.

Besaran dana yang ia kucurkan berkisar dari $100 ribu hingga $21 juta.

2. Ideosource

Ideosource mengutamakan pendanaan pada tahap seed dan seri A. Beberapa startup yang didanainya yaitu Female Daily Network, Orori, Touchten, dan berbagai startup lainnya.

3. Emtek Group

Selain menjadi induk beberapa stasiun televisi swasta, PT Elang Mahkota Teknologi juga mendanai beberapa startup. Seperti Bukalapak, Bobobobo, hingga Kudo.

4. Rebright Partners

Rebright berfokus pada pendanaan startup internet dan mobile di enam negara besar di Asia Tenggara. Beberapa investasi besar yang dilakukan Rebright antara lain yaitu Qraved, Aturduit, dan Adskom.

5. GREE Ventures

Meski tergolong baru, venture capital asal jepang ini telah banyak menyuntikan modal ke beberapa startup Indonesia seperti Bukalapak, Berrybenka, hingga Urbanindo.

Itulah penjelasan tentang Venture Capital yang tentunya membawa angin perubahan positif di dalam dunia startup. Tanpa kehadirannya, bisa dibilang akselerasi dan perkembangan perusahaan startup tidak berkembang cepat.

Related Articles