Comscore Tracker
BUSINESS

PLN Prediksi Konsumsi Listrik saat Natal dan Tahun Baru Naik 4,5%

PLN tetap bersiaga bila terjadi lonjakan konsumsi listrik.

PLN Prediksi Konsumsi Listrik saat Natal dan Tahun Baru Naik 4,5%Dok. Istimewa

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik aman saat perayaan Natal kemarin. Perusahaan setrum itu memproyeksikan kenaikan konsumsi listrik pada akhir tahun 4,5 persen.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan perseroan menyiagakan 48.179 petugas di seluruh negeri. Dari total jumlah personel tersebut, 18.899 petugas bersiaga untuk kawasan Jawa-Bali, 17.995 orang di kawasan Sumatra dan Kalimantan, dan 11.285 orang untuk kawasan Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

PLN juga meningkatkan kesiapan instalasi baik jaringan, transmisi, distribusi, gardu hubung, pembangkit, operasional dan ketersediaan energi primer. Itu diproyeksikan dapat "memperkecil kemungkinan terjadi gangguan selama periode siaga dari 18 Desember 2021 hingga 8 Januari 2022," katanya dalam keterangan yang dikutip pada Senin (27/12).

Selain itu, PLN telah menyiapkan 874 unit genset, uninterruptible power supply (UPS), dan unit gardu bergerak (UGB) sebagai langkah antisipasi menjaga pasokan listrik di kawasan Sumatra dan Kalimantan. Untuk Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, genset yang disiapkan mencapai 722. Di Jawa-Bali, PLN menyiapkan 761 genset, UPS, dan UGB.

PLN siapkan pembangkit cadangan

PLN pun memastikan operasional PLTA Saguling berjalan optimal. Menurut Darmawan, pembangkit tersebut berperan penting dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali. Apalagi, PLTA Saguling ini merupakan pembangkit nol emisi dan sudah beroperasi lebih dari 35 tahun.

"PLTA ini menopang sistem kelistrikan Jawa-Bali dengan kemampuan penstabil frekuensi sistem dan sebagai penopang jika terjadi blackout atau pemadaman listrik. Pembangkit ini menjadi salah satu pembangkit yang dapat dioperasikan sebagai black start," ujar Darmawan.

Direktur Utama PT Indonesia Power, Ahsin Sidqi, mengatakan PLTA Saguling tidak hanya menjadi tulang punggung pasokan, tetapi juga black start. Sebab, kemampuan permulaannya cepat, yakni hanya 15 menit untuk dapat sinkron dengan jaringan.

Pembangkit dengan kapasitas 700,72 Mega Watt (MW) tersebut berkontribusi 2,7 persen dari sistem Jawa-Bali yang memiliki total kapasitas 27.700 MW. Pembangkit itu juga sebagai berfungsi sebagai penstabil frekuensi sistem jika terjadi perubahan frekuensi akibat adanya gangguan di jaringan.

"Selain andal, PLTA Saguling ini juga merupakan pembangkit EBT dengan biaya produksi yang rendah," ujar Ahsin.

Konsumsi listrik tahun depan diprediksi tumbuh

Konsumsi listrik nasional diprediksi tumbuh oleh PLN pada 2022, minimal 10 terawatt-jam (TWh) menjadi 263 TWh atau 3,95 persen dari proyeksi tahun ini yang sebesar 253 TWh, dengan catatan kasus penularan pandemi COVID-19 dapat ditekan.

PLN mencatat pertumbuhan konsumsi listrik hingga Oktober 2021 mencapai 4,69 persen ketimbang periode sama pada 2020 (year on year). Pertumbuhannya 4,99 persen bila dibandingkan dengan konsumsi listrik periode yang sama sebelum pandemi Oktober 2019.

Jika dilihat segmentasinya, terdapat tiga segmen yang mengalami kenaikan pertumbuhan konsumsi listrik pada periode sampai dengan Oktober 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertama, segmen industri. Segmen ini terus tumbuh mulai April 2021, dan merupakan yang tertinggi secara kumulatif sepanjang tahun ini pada Oktober sebesar 11 persen secara tahunan. Tiga sektor dengan pertumbuhan konsumsi listrik tertinggi yaitu pertambangan, besi baja, dan sepatu.

Kedua, segmen sosial. Sejak Mei 2021 segmen ini terus tumbuh dengan pertumbuhan kumulatif pada Oktober mencapai 5,68 persen secara tahunan. Pertumbuhan konsumsi listrik sektor ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas kegiatan sosial seperti sekolah yang mulai dilaksanakan secara offline, juga tempat ibadah.

Ketiga, segmen bisnis. Segmen ini mulai tumbuh kembali pada Juni 2021 dengan angka pertumbuhan kumulatif pada Oktober 2021, menjadi yang tertinggi sepanjang 2021, yaitu sebesar 2,23 persen secara tahunan. Pertumbuhan konsumsi listrik tertinggi adalah pada sektor kondominium dan hotel.
 

Related Articles