Comscore Tracker
BUSINESS

Produsen Motor Listrik Ramai-ramai Masuk e-Katalog Pemerintah

Presiden Joko Widodo wajibkan 'EV' jadi Kendaraan Dinas.

Produsen Motor Listrik Ramai-ramai Masuk e-Katalog PemerintahMotor listrik Geists. (Shutterstock/Wulandari Wulandari)

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 7 tahun 2022 yang mewajibkan instansi pemerintah pusat dan daerah menggunakan motor atau mobil listrik sebagai kendaraan dinas, Rabu (14/9). Meski demikian, sebelum beleid itu diteken pada 13 September lalu, para pejabat pemerintah--salah satunya Kepala KSP Moeldoko--telah berkali-kali mendengungkan wacana kebijakan ini.

Bahkan beberapa produsen motor listrik dalam negeri juga telah mengambil ancang-ancang untuk memasukkan produknya ke dalam katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

PT Artas Rakata Indonesia, produsen motor listrik Rakata Motorcycle, misalnya, telah melakukan persiapan sejak tahun lalu untuk masuk ke e-katalog. " Kita sudah mendaftar tinggal tunggu kontrak payung dan negosiasi (penawaran) dari LKPP," ujar F Djovani, General Manager Rakata Motorcycle, kepada Fortune Indonesia Agustus lalu.

Pertama kali dirilis pada pertengahan tahun lalu, Rakta Motorcycle kini memiliki 4 tipe motor listrik. Harganya bervariasi dari Rp17 juta hingga Rp45 juta.

Selain Rakata, ada pula PT Motor Anak Bangsa--sister company PT Mobil Anak Bangsa. Perusahaan yang didirikan Moeldoko ini akan segera meluncurkan proyek motor listrik Electro dalam waktu dekat. 

Direktur Utama MAB Kelik Irwanto mengatakan kini motor tersebut masih melalui serangkaian uji tipe di Kementerian Perhubungan sebelum akhirnya diproduksi massal.

"Begitu izinnya lengkap di Kementerian Perhubungan, dapat sertifikasi semua, otomatis saya masukkan ke e-katalog. Tinggal tunggu itu saja ya kalau kami," terangnya.

Prototipe motor perdana Electro, yakni tipe EL03, sebelumnya dipamerkan dalam gelaran Perklindo Electric Vehicle Show di JIExpo Kemayoran. Adapun harganya, kata Kelik, diiperkirakan kisaran Rp25 juta.

Bersiap Masuk

Presiden Direktur Indika Energy (INDY) sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid juga tak mau ketinggalan. Usai meluncurkan motor listrik merek ALVA, produksi anak usahanya  PT Ilectra Motor Group (IMG), ia mengatakan bakal melakukan penetrasi pasar ke instansi pemerintah.

"Kami mengharapkan mendapatkan kesempatan itu," tuturnya saat ditemui di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 Agustus lalu.

Sebagai informasi, motor listrik pertama IMG bermerek ALVA ONE itu dilego di harga Rp34,99 juta per unitnya. Managing Director IMG Rainer Haryanto menuturkan pabrik mereka yang beroperasi di Cikarang dapat memproduksi hingga 100 ribu unit motor listrik dalam setahun.

Di luar itu, ada pula motor listrik keluaran PT Smooth Motor Indonesia. Karim Taruna, Marketing Director Smooth Motor Indonesia, mengatakan pihaknya mendapatkan penawaran pengadaan dari instansi pemerintah setelah mandatori kendaraan dinas bermotor listrik terbit.

Motor perdana mereka, Tempur, dijual On The Road (OTR)—termasuk biaya pajak dan berbagai dokumen—seharga Rp16,5 juta.

"Mudah-mudahan ada. Tapi yang beberapa hal yang kita juga kerja sama mungkin dengan kerja sama dengan BRI Finance untuk pembiayaan juga. Itu juga membuka pintu juga ke pemerintah, karena pada dasarnya semua channel pemerintah pembiayaannya lewat BRI," tuturnya.

Smooth sendiri saat ini jadi salah satu vendor yang menyediakan kendaraan listrik untuk transportasi resmi dalam penyelenggaraan KTT G20 di Bali Oktober mendatang. "Kurang lebih di Bali nanti ada 300 unit Smooth sebagai official fleet untuk roda dua," jelas Karim.

Related Articles