Jakarta, FORTUNE — Momentum hari besar seperti Imlek dan Lebaran terbukti masih menjadi penggerak utama belanja masyarakat Indonesia. Di tengah kecenderungan menahan pengeluaran, konsumen tetap meningkatkan konsumsi pada perayaan budaya dan keagamaan tersebut.
Laporan Asia Consumer Study 2026 dari Roland Berger mencatat bahwa tradisi memiliki pengaruh kuat dalam pola konsumsi di Indonesia. Perayaan seperti Idul fitri dan Tahun Baru Imlek secara konsisten memicu lonjakan belanja, baik untuk kebutuhan pokok maupun kategori non-esensial.
Fenomena ini terjadi di tengah sikap konsumen yang semakin berhati-hati. Indonesia bahkan termasuk negara di Asia yang menunjukkan niat paling kuat untuk mengurangi pengeluaran dalam beberapa tahun ke depan.
“Asia tetap menjadi mesin pertumbuhan konsumsi global—namun skala saja tidak lagi cukup. Babak berikutnya akan dimiliki oleh mereka yang mampu mengubah pertumbuhan struktural menjadi momentum yang berkelanjutan,” ujar Hugo Texier, Partner di Roland Berger, dalam siaran pers (30/3).
