Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Indeks Keyakinan Konsumen Turun Tipis Saat Awal Ramadan

Indeks Keyakinan Konsumen Turun Tipis Saat Awal Ramadan
ilustrasi belanja di mall (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Indeks Keyakinan Konsumen itu masih berada pada zona optimistis.

  • Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini menunjukkan persepsi positif masyarakat.

  • Proporsi pendapatan untuk konsumsi menurun menjadi 71,6 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masyarakat turun tipis menjadi 125,2 pada akhir Februari 2026 atau awal Ramadan. Level ini turun tipis dibandingkan dengan IKK Januari 2026 yang mencapai 127,0.

Meski demikian, keyakinan konsumen ini masih masuk dalam kategori optimistis (indeks >100).

Direktur Eksekutif​ Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan level ini bersumber dari peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan tetap kuatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan. 

“Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 115,9 dan 134,4,” kata Ramdan melalui keterangan resmi yang dikutip Senin (9/3).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Februari 2026 tetap optimistis pada seluruh segmen dengan IKK tertinggi tercatat pada responden kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta sebesar 129,2. 

“Meski demikian, perkembangan optimisme tersebut sedikit menurun dibandingkan kondisi bulan sebelumnya untuk sebagian kelompok pengeluaran, kecuali pada kelompok pengeluaran Rp3,1 juta-5 juta yang masih menunjukkan peningkatan,” ujarnya.

71,6 persen pendapatan masyarakat digunakan untuk konsumsi

Ilustrasi Menabung
Ilustrasi Menabung (freepik.com/Jcomp)

Di sisi lain, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 71,6 persen pada Februari 2026 atau lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,3 persen.

Dari nilai konsumsi tersebut, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10,6 persen. Selain itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 17,7 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya yang mencapai 16,5 persen.

Ramdan menjelaskan proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada seluruh kelompok pengeluaran. Kemudian, porsi pendapatan yang ditabung mengalami peningkatan pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran Rp3,1 juta-4 juta.

Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih meningkat. Hal itu tecermin pada IKE Februari 2026 yang sebesar 115,9, lebih tinggi dibandingkan 115,1 pada bulan sebelumnya.

Sedangkan, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diperkirakan tetap kuat. Hal ini tecermin pada IEK Februari 2026 sebesar 134,4.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More