Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Ada Optimisme Terhadap Ekonomi RI

Pusat perbelanjaan
ilustrasi pusat perbelanjaan (unsplash.com/Surinder Pal Singh)
Intinya sih...
  • IKK Januari 2026 mencapai level optimistis 127,0, naik dari bulan sebelumnya 123,5.
  • IKE Januari 2026 juga meningkat menjadi 115,1, didukung oleh peningkatan IPS dan IKLK.
  • Mayoritas kelompok usia dan pendidikan mengalami peningkatan indeks.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Optimisme masyarakat Indonesia terhadap kondisi perekonomian nasional memperlihatkan penguatan signifikan pada awal tahun ini. Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2026 berada pada level 127,0.

Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang mencapai 123,5. Tren positif ini mengindikasikan bahwa keyakinan pasar tetap solid, bahkan mampu bertahan di tengah ketidakpastian dinamika perekonomian global.

Berdasarkan Survei Konsumen yang dirilis BI, Senin (9/2), terdongkraknya keyakinan tersebut terutama ditopang oleh dua pilar utama, yakni penguatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Resiliensi konsumen domestik terlihat jelas dari perbaikan persepsi terhadap situasi makroekonomi. Hal ini tecermin pada IKE Januari 2026 yang menyentuh angka 115,1.

Indeks Penghasilan Saat Ini (IPS) tercatat mencapai 123,7, sementara Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) berada pada level 109,9. Data ini menyiratkan adanya perbaikan daya beli dan optimisme terhadap ketersediaan pekerjaan di sektor riil.

Dari sisi demografi usia, mayoritas kelompok responden menunjukkan peningkatan kepercayaan. Optimisme tertinggi datang dari segmen usia produktif muda, yakni responden berusia 20–30 tahun, yang mencatatkan indeks sebesar 136,6.

Optimisme serupa juga terlihat dari sisi latar belakang pendidikan. Dalam laporannya, BI menyoroti korelasi positif antara tingkat pendidikan dengan persepsi terhadap peluang kerja.

"Persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini juga meningkat. Berdasarkan tingkat pendidikan, seluruh kelompok mencatat kenaikan indeks, dengan level tertinggi pada kelompok sarjana sebesar 120,4," demikian laporan BI.

Meski keyakinan konsumen menguat, terdapat pergeseran dalam perilaku pengelolaan keuangan rumah tangga. Survei BI mengungkap bahwa proporsi konsumsi terhadap pendapatan justru turun pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama pada kategori pengeluaran Rp1 juta–4 juta serta di atas Rp5 juta.

Masyarakat cenderung lebih defensif dengan mengalihkan dananya ke dalam tabungan. Saving to income ratio atau proporsi pendapatan yang disimpan tercatat meningkat menjadi 16,5 persen dari posisi bulan sebelumnya sebesar 14,9 persen. Lonjakan porsi tabungan ini paling mencolok pada kelompok pengeluaran Rp1 juta–2 juta yang mencapai 17,4 persen.

Sementara itu, beban kewajiban finansial masyarakat terpantau cukup terkendali. Proporsi pendapatan untuk pembayaran cicilan atau utang (debt installment to income ratio) mencapai 11,2 persen, relatif stabil jika disandingkan dengan bulan lalu yang mencapai 10,8 persen.

Secara umum, hampir seluruh kategori pengeluaran mencatatkan kenaikan indeks keyakinan. Namun, terdapat anomali pada segmen kelas menengah, khususnya responden dengan tingkat pengeluaran Rp4,1 juta–5 juta, yang justru mengalami koreksi indeks menjadi 118,8.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More

OJK Perketat Seleksi Pihak Utama Industri Pembiayaan, Modal Ventura

09 Feb 2026, 18:27 WIBFinance