Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

WhatsApp Image 2026-02-04 at 22.17.57.jpeg
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo. (Dok/Istimewa).
Intinya sih...
  • BTN menargetkan pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada 2026.
  • Program "Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu" memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem.
  • BTN berharap dapat meningkatkan porsi green loan atau kredit hijau.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE –  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada 2026.

Hal tersebut dilakukan untuk menerapkan praktik perbankan yang ramah lingkungan (green banking) demi mendukung pertumbuhan bisnis pada masa mendatang. Itu juga dilakukan demi mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan hingga akhir 2025 BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi yang dilakukan oleh berbagai pengembang di daerah-daerah, seperti Legok (Banten), Cileungsi (Kabupaten Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.

“Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi. Bahkan, sampai 2029, harapannya kami ingin membangun 150.000 unit,” kata Setiyo melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis (5/2).

Setiyo mengatakan, BTN pertama kali meluncurkan Program Rumah Rendah Emisi pada kuartal IV-2024 bersama sejumlah pengembang.

Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut juga didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai.

Di antara perusahan rintisan yang menghasilkan materi ramah lingkungan tersebut adalah Rebrick, Plustik, dan Green Brick. Mereka mengumpulkan sampah plastik berupa bungkus mi instan serta saset sabun dan sampo dan mengolahnya menjadi bahan bangunan untuk flooring, paving, dan dinding sehingga turut berkontribusi dalam pengurangan polusi atau sampah yang umumnya berasal dari rumah tangga. 

Untuk lebih mendorong lebih banyak pengembang terlibat dalam Program Rumah Rendah Emisi, BTN akan melakukan standarisasi insentif yang akan diberikan untuk developer menjadi suatu paket menarik. 

“Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standarisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya,” kata Setiyo.

BTN targetkan porsi green loan capai 60 persen pada 2026

Gedung baru BTN Kantor Cabang Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Gedung baru BTN Kantor Cabang Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Tidak hanya bermitra dengan pengembang dan startup daur ulang, BTN juga turut melibatkan masyarakat dalam hal ini nasabah KPR untuk turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. 

Program yang paling utama, yaitu Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”, yang memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem.

Melalui sistem ini, sampah tersebut dikonversi menjadi rupiah ke dalam tabungan nasabah untuk mengurangi angsuran KPR.

“Setelah dihitung-hitung, dengan mengikuti program ini bisa mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15 persen per bulannya atau sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000. Ini lumayan sekali untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga yang terlibat,” ujar Setiyo.

Dengan berbagai upaya tersebut, BTN berharap dapat meningkatkan porsi kredit hijau dengan sustainability ESG menjadi 60 persen pada akhir 2026.

Porsi ini naik dari 52 persen hingga akhir 2025. Seperti diketahui, kredit dan pembiayaan BTN tercatat mencapai Rp386,47 triliun hingga 30 November 2025, naik 8,74 persen (YoY).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More

Purbaya Proyeksikan Restitusi Pajak 2026 Turun Jadi Rp270 Triliun

05 Feb 2026, 13:16 WIBFinance