Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Kredit UMKM Minus 0,3%, Intip Realisasi KUR BRI & Mandiri di 2025

IMAGE RILIS MANDIRI 10 JAN (2).jpeg
Bank Mandiri terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor produktif serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. (Dok. Mandiri)
Intinya sih...
  • Penyaluran kredit UMKM di Desember 2025 mencapai Rp1.501 triliun, mengalami kontraksi minus 0,3 persen (YoY).
  • 64,49% KUR BRI disalurkan ke sektor produksi, dengan pembiayaan sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur.
  • KUR Bank Mandiri tembus Rp40,99 triliun dengan tingkat kredit bermasalah di bawah 1 persen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit kepada UMKM di Desember 2025 mencapai Rp1.501 triliun atau mengalami kontraksi minus 0,3 persen (YoY). BI menilai perkembangan tersebut terjadi lantaran kredit UMKM pada skala mikro dan menengah masing-masing masih terkontraksi 4,6 persen (YoY) dan 2,0 persen (YoY). Sedangkan, pertumbuhan positif dicatat oleh kredit skala kecil yang mencapai 6,8 persen.

Di tengah perlambatan kredit UMKM secara industri, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) masih terus berupaya menggenjot kredit UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

64,49% KUR BRI disalurkan ke sektor produksi

WhatsApp Image 2026-01-31 at 7.18.33 PM (2).jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat capaian positif dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang sebagian besar penyalurannya mengalir ke sektor produksi. (Dok. BRI)

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengungkapkan, sepanjang 2025 BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Adapun, sebagian besar penyalurannya mengalir ke sektor produksi. 

“BRI pun menyalurkan pembiayaan KUR disertai dengan pendampingan, sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga kapasitas usaha yang semakin kuat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Akhmad melalui keterangan resmi di Jakarta (2/2).

Dilihat dari sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI tetap didominasi oleh sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa lainnya, dengan porsi sebesar 64,49 persen dari total penyaluran KUR BRI. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen, dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan BRI. Capaian ini merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil.

KUR Bank Mandiri tembus Rp 40,99 triliun, NPL di bawah 1 persen

IMAGE RILIS MANDIRI 29 DES.jpg
Pertumbuhan Kredit Kuat dan DPK Bank Mandiri Meningkat (Dok. Bank Mandiri)

Sementara itu, sepanjang 2025 Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dari sisi kualitas, portofolio KUR Bank Mandiri tetap terjaga di level optimal, dengan tingkat kredit bermasalah dibawah 1 persen. 

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penyaluran ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

“Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing,” kata Riduan. 

Penyaluran KUR bank dengan logo pita emas itu juga menjadi selaras dengan fokus pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan. Hal ini terefleksikan dari penyaluran KUR sepanjang 2025 yang didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,54 persen atau senilai Rp 25,13 triliun.

Secara rinci, sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan nasional menyerap pembiayaan sebesar Rp12,75 triliun atau setara 31,23 persen dari total penyaluran KUR Bank Mandiri. Selanjutnya, sektor jasa produksi tercatat sebesar Rp 8,76 triliun atau 21,45 persen, sektor industri pengolahan Rp3,03 triliun atau 7,43 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp562 miliar atau 1,38 persen.

“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” kata Riduan.

Lebih lanjut, dalam upaya menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah. Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Finance

See More

Kredit UMKM Minus 0,3%, Intip Realisasi KUR BRI & Mandiri di 2025

02 Feb 2026, 11:40 WIBFinance