Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Gonjang-ganjing Geopolitik Global, KSSK Klaim Ekonomi RI Tetap Stabil

WhatsApp Image 2026-01-27 at 17.55.06 (2).jpeg
Konferensi Pers KSSK per Januari 2026. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • KSSK klaim ekonomi RI tetap stabil meski gonjang-ganjing geopolitik global memanas
  • Realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari APBN hingga akhir triwulan IV 2025
  • Ekonomi RI diproyeksikan tumbuh 5,4% di 2026 dengan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Meski gonjang-ganjing geopolitik global memanas, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengklaim kondisi ekonomi dalam negeri masih terjaga dan stabil didukung oleh sinergi kebijakan yang kuat. 

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu ketidakpastian ekonomi global melalui kebijakan kontroversial seperti menculik Presiden Venezuela, keinginan mencaplok Greenland, serta serangkaian ancaman tarif baru.

“Sektor keuangan selama triwulan IV tahun 2025 dalam kondisi terjaga, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas. Meski, memasuki bulan Januari  2026, volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat, terutama disebabkan oleh  ketegangan perdagangan dan geopolitik,” kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/1).

Purbaya menambahkan, di tengah tekanan global dan moderasi harga komoditas, APBN juga menjalankan peran  strategis dalam meredam guncangan melalui belanja efektif. Hingga akhir triwulan IV 2025,  realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari APBN. Sementara pendapatan  negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau sebesar 91,7 persen dari APBN. 

“Dengan demikian, APBN mencatatkan defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB dan keseimbangan primer tercatat negatif sebesar Rp180,7 triliun,” kata Purbaya.

Ekonomi RI diproyeksikan tumbuh 5,4% di 2026

Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Sumber: Wikimedia Commons / Fahdi Kasmiri (CC BY-SA 4.0)
Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Sumber: Wikimedia Commons / Fahdi Kasmiri (CC BY-SA 4.0)

Dengan demikian, KSSK juga memandang pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 akan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung oleh stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter.

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan  berada di sekitar 5,2 persen. Sementara pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat menjadi 5,4 persen,” kata Purbaya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menambahkan, ketahanan eksternal tetap baik di tengah ketidakpastian global. Hal itu tercermin dari posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 yang meningkat menjadi sebesar US$156,5 miliar. 

Di sisi lain, hingga 23 Januari 2026, nilai tukar Rupiah tercatat sebesar Rp16.815/US$, atau mengalami pelemahan sebesar 0,83 persen dibandingkan dengan level akhir Desember  2025. Perry menyebut, pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik yang sejalan dengan kegiatan ekonomi, turut memengaruhi kinerja Rupiah. 

Untuk mengantisipasi pelemahan rupiah, lanjut Perry, ke depannya bank sentral berkomitmen untuk melakukan intervensi terukur di transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic NonDeliverable Forward (DNDF), dan pasar spot.

“Nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Perry.

Sementara itu, Inflasi 2025 juga tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen dengan inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92 persen (YoY). Inflasi inti tetap rendah sebesar 2,38 persen (YoY). Menurutnya, ini sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam menjangkar ekspektasi inflasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Finance

See More

Gonjang-ganjing Geopolitik Global, KSSK Klaim Ekonomi RI Tetap Stabil

27 Jan 2026, 19:25 WIBFinance