Ditopang Pendapatan, OCBC Bukukan Laba Rp5,1 Triliun di 2025

- OCBC NISP Tbk mencatat laba bersih Rp5,1 triliun di 2025, tumbuh 4% (YoY).
- Kredit OCBC tumbuh 2% menjadi Rp173,4 triliun dengan NPL Gross terkendali di level 1,9%.
- DPK OCBC melonjak 18%, aset tembus Rp308,1 triliun dengan CAR meningkat menjadi 24,5%.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan laba bersih senilai Rp5,1 triliun, tumbuh 4 persen (YoY) di sepanjang 2025. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 10 persen menjadi Rp13,1 triliun.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja menyampaikan bahwa perseroan tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengelolaan risiko yang prudent.
“Sepanjang tahun 2025, Bank tetap mampu menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika makroekonomi. Penguatan dana pihak ketiga dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan kinerja bank ke depan,” ujar Parwati melalui keterangan resmi di Jakarta, (29/1).
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit OCBC tumbuh 2 persen (YoY) menjadi Rp173,4 triliun dengan kualitas kredit yang terjaga. Hal ini tercermin dari rasio NPL Gross terkendali di level 1,9 persen. Sedangkan, untuk rasio pencadangan NPL yang memadai sebesar 226,0 persen.
DPK OCBC melonjak 18%, aset tembus Rp308,1 triliun di 2025

Sementara itu, kondisi likuiditas OCBC juga tetap berada pada posisi yang baik, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 240,9 persen. Bahkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) bisa meningkat kuat 18 persen (YoY) menjadi Rp243,5 triliun.
Parwati menambahkan, kenaikan DPK terutama ditopang oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24 persen (YoY) menjadi Rp141,1 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA naik menjadi 58,0 persen dibandingkan 55,3 persen pada tahun sebelumnya.
Dari sisi permodalan, tingkat kecukupan modal (CAR) OCBC juga meningkat menjadi 24,5 persen dari 23,6 persen pada tahun sebelumnya. Kondisi memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan. Dengan berbagai pencapaian tersebut, OCBC mampu meningkatkan total aset sebesar 10 persen (YoY) menjadi Rp308,1 triliun di akhir 2025. Aset ini naik bila dibandingkan dengan posisi 2024 yang sebesar Rp281,0 triliun.


















