Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Bidik Lender Ritel, Amartha Luncurkan Segmen Investasi Amartha Prosper

Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie
Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie
Intinya sih...
  • Amartha luncurkan segmen investasi Amartha Prosper untuk menjangkau lebih banyak investor ritel.
  • Program ini menawarkan imbal hasil 6,5-14% per tahun dan telah menyalurkan pembiayaan kumulatif sebesar Rp37 triliun kepada UMKM di pedesaan.
  • Pada tahun 2025, Amartha berhasil menyalurkan pembiayaan modal kerja sebesar Rp13,2 triliun dengan pertumbuhan year-on-year mencapai 20% lebih.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Fintech peer to peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menargetkan peningkatan jumlah lender atau pendan dari ritel pada tahun ini. Untuk mendukung target tersebut, Amartha meluncurkan Amartha Prosper, segmen investasi khusus yang ditujukan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di fintech lending.

Chief Funding Officer, Julie Fauzie mengungkapkan saat ini penghimpunan dana perseroan sebagin besar masih ditopang oleh perbankan melalui kredit channeling.

Amartha diketahui telah memiliki lebih dari 320 ribu lender ritel. Melalui Amartha Prosper, perusahaan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperluas basis investor ritel.

"Kami sebenarnya ingin menjangkau semua orang. Jadi semakin banyak yang berpartisipasi mungkin bisa dimulai dengan sedikit. Lama-lama bisa jadi lebih besar. Tapi intinya kita ingin prosper together itu digaungkan," ujar dia dalam peluncuran Amartha Prosper di Jakarta, Jumat (6/2).

Amartha Prosper menawarkan imbal hasil 6,5-14 persen per tahun. Program ini mendukung usaha mikro yang relatif stabil, arus kas yang sehat, dengan potensi tumbuh ke atas. Imbal hasil dapat dipengaruhi oleh siklus ekonomi tertentu.

Sejak didirikan pada 2010 hingga akhir 2025, Amartha telah menyalurkan pembiayaan kumulatif sebesar Rp37 triliun kepada sekitar 3,7 juta pelaku UMKM di wilayah pedesaan.

Pada 2025, Amartha telah menyalurkan pembiayaan modal kerja sebesar Rp13,2 triliun dengan pertumbuhan year-on-year (yoy) mencapai 20 persen lebih. Sementara itu, tingkat Non-Performing Loan(NPL) terjaga di sekitar 4 persen. Dari total pembiayaan tersebut sekitar 60 persen portofolio disalurkan ke luar Pulau Jawa, sementara sisanya tersebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Finance

See More

OJK Perketat Seleksi Pihak Utama Industri Pembiayaan, Modal Ventura

09 Feb 2026, 18:27 WIBFinance