Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

BRI Torehkan Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Ini Indikatornya

BRI Torehkan Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Ini Indikatornya
ilustrasi gedung BRI (dok. BRI)
Intinya Sih
  • Capaian itu turun 5,26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

  • Pendapatan bunga bersih naik 5,5 persen menjadi Rp150,5 triliun.

  • Kredit tumbuh 12,31 persen mencapai Rp1.521 triliun dengan DPK naik 7,4 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan laba bersih senilai Rp57,13 triliun sepanjang 2025. Perolehan tersebut mencerminkan koreksi 5,26 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan capaian 2024 yang menembus Rp60,30 triliun.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengakui bahwa melandainya laba bersih terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya permintaan kredit hingga ketidakpastian pasar global.

Meski demikian, ia menegaskan emiten berkode saham BBRI ini tetap memiliki fundamental kokoh untuk menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif.

“Menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan pasar, BRI menempatkan manajemen risiko menjadi salah satu enabler dalam mendukung pencapaian visi perusahaan,” ujar Hery dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (26/2).

Dari sisi pendapatan, BRI sebenarnya masih mengalami pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 5,5 persen (YoY) menjadi Rp150,5 triliun.

Namun, margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) perseroan mengalami tekanan, turun dari posisi 6,75 persen menjadi 6,54 persen.

Meski profitabilitas melandai, fungsi intermediasi bank tetap ekspansif. Penyaluran kredit BRI melonjak 12,31 persen (YoY) hingga menyentuh Rp1.521 triliun pada akhir 2025.

Pertumbuhan kredit yang agresif ini turut mengerek total aset perseroan tumbuh 7,1 persen menjadi Rp2.135 triliun.

Meningkatnya penyaluran kredit membawa konsekuensi pada kenaikan rasio kredit bermasalah. NPL gross BRI tercatat naik menjadi 3,29 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada 2,94 persen. Sementara itu, NPL net berada pada posisi 0,96 persen.

Sebagai langkah antisipasi risiko, BRI telah menyiapkan bantalan yang cukup tebal dengan NPL coverage ratio mencapai 178,1 persen.

Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh solid sebesar 7,4 persen (YoY) menjadi Rp1.466 triliun. Komposisi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) masih mendominasi dengan porsi mencapai 70,61 persen dari total simpanan.

Kondisi tersebut mendorong perbaikan pada Loan to Deposit Ratio (LDR) ke level 91,96 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya pada 89,39 persen. Menatap 2026, manajemen menyatakan optimisme bahwa penyaluran kredit dan penghimpunan DPK akan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More