Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Konsolidasi, Empat BPR di Priangan Timur Merger Dengan BPR Nusamba

Konsolidasi, Empat BPR di Priangan Timur Merger Dengan BPR Nusamba
Empat BPR di Priangan Timur Merger Dengan BPR Nusamba/Dok OJK
Intinya Sih
  • Merger dipercaya memperkuat permodalan, daya saing, dan ketahanan industri perbankan rakyat.

  • Seluruh hak dan kewajiban BPR yang bergabung dialihkan ke BPR Nusamba.

  • Kinerja BPR di Priangan Timur sepanjang 2025 menunjukkan tren positif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Priangan Timur. Aksi konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat permodalan, daya saing, serta ketahanan industri perbankan nasional.

Persetujuan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-15/D.03/2026 tertanggal 20 Februari 2026.

Empat entitas yang melakukan aksi korporasi ini adalah PT BPR Nusamba Sukaraja, PT BPR Nusamba Plered, PT BPR Nusamba Singaparna, dan PT BPR Mitra Harmoni Indramayu.

Keempatnya kini melebur ke dalam PT BPR Nusamba Tanjungsari (BPR Nusamba) yang bertindak sebagai entitas penerima penggabungan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan merger ini diharapkan menciptakan sinergi yang lebih padu bagi ekosistem perbankan daerah.

“Penggabungan ini diharapkan menghasilkan entitas BPR yang lebih kuat, sehat, dan mampu menghadirkan produk serta layanan yang lebih inovatif guna meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Nofa melalui keterangan resminya, Kamis (26/2).

Seiring efektifnya penggabungan usaha tersebut, seluruh hak dan kewajiban dari masing-masing BPR yang melebur kini beralih sepenuhnya kepada BPR Nusamba. OJK menjamin stabilitas layanan bagi para nasabah selama proses transisi berlangsung.

Masyarakat tetap dapat melakukan transaksi dan mengakses layanan perbankan secara normal tanpa perubahan terhadap hak maupun kewajiban yang telah ada sebelumnya.

OJK juga mengimbau nasabah tetap tenang dan memercayakan kebutuhan finansial mereka kepada industri BPR yang kini terus diperkuat melalui kebijakan konsolidasi yang sehat dan terukur.

Secara makro, kinerja BPR dan BPR Syariah di wilayah Priangan Timur menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan sepanjang 2025. Total aset industri di wilayah tersebut tumbuh 3,81 persen (YoY) hingga mencapai Rp3,56 triliun.

Indikator pertumbuhan lainnya terlihat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 2,71 persen (YoY) menjadi Rp2,51 triliun. Sektor penyaluran kredit juga mencatatkan performa menjanjikan dengan kenaikan 5,62 persen (YoY) menjadi Rp2,81 triliun.

Nofa mengatakan fungsi intermediasi perbankan di wilayah ini tetap berjalan optimal. Hal tersebut didukung oleh rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga dalam batas kendali.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More