Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

PDB Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Ini Penjelasan BPS

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti (IDN Times/Triyan)
Intinya sih...
  • PDB Indonesia 2025 tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan 2024.
  • PDB per kapita Indonesia menembus 5.000 dolar AS untuk pertama kalinya.
  • Industri pengolahan dan ekspor menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Kinerja PDB Indonesia 2025 mencatatkan capaian baru dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui tahun sebelumnya, menempatkan pendapatan per kapita nasional pada level tertinggi sepanjang sejarah.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar 5,03 persen.

Dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp23.821,1 triliun pada 2025.

Sejalan dengan itu, PDB per kapita menembus Rp83,7 juta atau setara 5.083,4 dolar AS per tahun. Capaian ini menjadi penanda penting dalam struktur ekonomi nasional, sekaligus mengubah posisi Indonesia dalam klasifikasi pendapatan global.

Pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen. Nilai PDB atas dasar harga konstan (ADHK) pada periode tersebut mencapai Rp13.580,5 triliun, mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi riil.

“Secara kumulatif, perekonomian Indonesia selama tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2).

BPS juga mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menjadi laju tahunan kuartal IV tertinggi sejak masa pandemi COVID-19.

Dari sisi spasial, kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi nasional dengan kontribusi 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan 5,30 persen sepanjang tahun.

Struktur pertumbuhan berdasarkan lapangan usaha

Dari sisi produksi, sektor jasa lainnya mencatatkan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 sebesar 9,93 persen. Sementara itu, pada triwulan IV-2025, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh paling tinggi secara tahunan sebesar 8,98 persen, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas logistik di akhir tahun.

Industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada kuartal IV-2025, sektor ini memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan sumbangan 1,01 basis poin.

“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar karena memberikan kontribusi 1,01 basis poin,” ujar Amalia.

Selain industri pengolahan, sektor perdagangan menyumbang sumber pertumbuhan sebesar 0,79 persen, diikuti informasi dan komunikasi sebesar 0,55 persen serta pertanian sebesar 0,51 persen.

Lima sektor utama—industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan—secara total berkontribusi 63,09 persen terhadap PDB nasional.

Pengeluaran dan investasi dorong kinerja kuartalan

Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 sebesar 7,03 persen.

Pada triwulan IV-2025, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,12 persen secara tahunan, mencerminkan perbaikan investasi domestik.

Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh 0,86 persen pada triwulan IV-2025 dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan tertinggi berasal dari pengeluaran konsumsi pemerintah yang melonjak 37,68 persen, seiring percepatan belanja negara di akhir tahun anggaran.

PDB per kapita dan posisi Indonesia secara global

Dengan PDB per kapita mencapai 5.083,4 dolar AS, Indonesia resmi masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas menurut klasifikasi Bank Dunia. Ambang batas kategori ini berada pada kisaran 4.466 dolar AS hingga 13.845 dolar AS per tahun.

Sebelumnya, Executive Director JP Morgan Sekuritas Indonesia Henry Wibowo pernah menyampaikan bahwa pencapaian PDB per kapita di atas 5.000 dolar AS merupakan milestone penting bagi struktur ekonomi nasional.

“PDB kita akan di atas 5.000 dolar AS. Ini adalah milestone yang penting. Kalau PDB per kapita 5.000 dolar AS sudah memiliki penghasilan lebih membeli kebutuhan tersier. Tidak lagi hanya membeli kebutuhan pokok,” ujarnya.

BPS juga mencatat bahwa capaian ini menempatkan Indonesia sejajar dengan sejumlah negara ASEAN yang telah lebih dulu melewati ambang 5.000 dolar AS, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, yang baru mencapai level serupa pada 2025.

Perspektif pasar dan proyeksi lanjutan

Berdasarkan laporan BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 berada di atas konsensus pasar yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan sekitar 5,05 persen.

Sejumlah ekonom menilai capaian ini mencerminkan daya tahan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global, meski risiko eksternal dan domestik tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan ke depan.

BPS menegaskan bahwa tren pemulihan ekonomi sejak 2021 hingga akhir 2025 menunjukkan penguatan yang konsisten, ditopang oleh konsumsi, investasi, dan kinerja sektor-sektor utama.

FAQ seputar PDB Indonesia 2025

Berapa pertumbuhan PDB Indonesia 2025 menurut BPS?

PDB Indonesia 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan.

Berapa PDB per kapita Indonesia pada 2025?

PDB per kapita Indonesia mencapai Rp83,7 juta atau setara 5.083,4 dolar AS per tahun.

Sektor apa yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi 2025?

Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, terutama pada triwulan IV-2025.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Finance

See More

PDB Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Ini Penjelasan BPS

05 Feb 2026, 20:24 WIBFinance