Comscore Tracker
BUSINESS

Mengenal Apa Itu Forecasting dalam Bisnis: Pengertian dan Manfaat

Forecasting penting untuk menyiapkan bisnis di masa depan.

Mengenal Apa Itu Forecasting dalam Bisnis: Pengertian dan ManfaatIlustrasi Forecasting. Shutterstock/one photo.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Forecasting adalah salah satu kemampuan yang mesti dimiliki oleh pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Aktivitas forecasting ini merujuk kepada proses menentukan keputusan bisnis di masa depan, seperti jumlah produksi barang, pengalokasian anggaran, atau antisipasi pengeluaran.

Forecasting sering dianggap sama seperti meramal sesuatu. Namun, untuk melakukan peramalan mengenai tren bisnis di masa mendatang, kegiatan tersebut melibatkan analisis data historis.

Dikutip dari laman accurate, forecasting merupakan metode membuat prediksi informasi dengan menggunakan data historis sebagai input utama. Data tersebut bisa berasal dari data primer maupun data sekunder.

Terlepas dari ukuran dan profil perusahaan, peramalan ini akan membantu perusahaan dalam mengantisipasi tren indikator bisnis penting, seperti ekspektasi penjualan atau perilaku pelanggan.

Metode perencanaan dan pengendalian produksi ini penting untuk menghadapi ketidakpastian di masa depan, menurut laman startup keuangan Xendit. Forecasting perlu dilakukan ketika ada momentum ekonomi tertentu, seperti Ramadan dan Idulfitri, Natal, maupun tahun baru.

Karakter forecasting

seseorang yang sedang menjalankan bisnis afiliasi

Perlu dipahami bahwa forecasting ini memiliki pelbagai karakter. Sifat-sifat peramalan inilah yang mesti dijadikan sebagai pedoman dalam penerapannya nanti. Berikut sifat forecasting dinukil dari laman perusahaan rintisan Majoo.

1. Melibatkan kejadian di masa depan

Peramalan bertujuan untuk memprediksi masa depan. Dengan begitu, kegiatan bisnis itu penting untuk dilakukan dalam perencanaan bisnis.

2. Masa lalu dan sekarang

Forecasting ini dibuat berdasarkan data masa lalu  dengan rentang waktu disesuaikan dengan kebutuhan analisis dan masa sekarang.

3. Racikan fakta dan data

Forecasting disimpulkan dari ragam opini, intuisi, prediksi, fakta, dan data yang relevan.

4. Diolah dengan metode pilihan

Pemilihan metode forecasting disesuaikan dengan kebutuhan informasi.

Manfaat forecasting

mengkonsepkan bisnis dengan baik

Pelaku usaha mestinya memiliki kemampuan memprediksi tren dan peristiwa di masa depan secara akurat. Ini berguna dalam banyak konteks termasuk manajemen bisnis. Di bawah ini merupakan sejumlah manfaat forecasting.  

1. Memperkirakan keberhasilan usaha bisnis baru

Saat memulai bisnis, forecasting dapat mengungkapkan informasi penting untuk menentukan kesuksesan perusahaan. Peramalan akan membuka sejumlah risiko dan ketidakpastian bisnis baru.

2. Memperkirakan kebutuhan keuangan

Peramalan dapat membantu perusahaan menentukan masa depan keuangannya dengan memperkirakan penjualan, modal untuk pengembangan produk, biaya ekspansi, dan perkiraan biaya.

3. Memastikan konsistensi operasional perusahaan

Dengan memiliki perkiraan dana yang masuk dan keluar selama periode waktu tertentu, manajemen perusahaan dapat membuat rencana yang lebih efisien dan akurat untuk masa depan.

4. Meningkatkan peluang keberhasilan usaha bisnis

Forecasting dapat memprediksi indikator penting, seperti jumlah bahan baku yang dibutuhkan, anggaran yang tepat untuk setiap departemen perusahaan, dan jumlah penjualan di masa mendatang.

Angka-angka ini membantu manajemen mengalokasikan dana dan sumber daya, serta memprioritaskan satu produk atau layanan di atas yang lain, tergantung pada jenis perusahaan dan data yang diperkirakan.

5. Merumuskan rencana yang efektif

Semua proses forecasting menggunakan prakiraan sebagai elemen penting dalam merumuskan rencana yang realistis dan bermanfaat.

Metode forecasting

bisnis afiliasi banyak kelebihannya, yakni fleksibilitas, kemudahan saat mendaftar, dan lainnya

Metode forecasting secara umum terbagi menjadi dua, yakni kuantitatif dan kualitatif, menurut Xendit. Metode ini menjadi pisau analisis dalam mengambil keputusan bisnis.

Metode kuantitatif, misalnya, dilakukan berdasarkan hitungan matematis. Sebagai contoh, metode deret waktu (time series) yang merupakan prediksi berdasar atas variabel dan/atau kesalahan di masa lampau yang berurutan menurut waktu, misalnya, hari, minggu, bulan, dan tahun

Lalu, metode prediksi kausal yang menggunakan pendekatan sebab-akibat antara permintaan yang diramalkan dengan variabel-variabel lain yang dianggap berpengaruh. Data dari variabel tersebut dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan validitas dari model peramalan yang diusulkan. Metode ini biasanya digunakan ketika variabel-variabel yang menjadi penyebab sudah diketahui.

Sedangkan, cara kualitatif dilakukan berdasar atas jajak pendapat dan analisis deskriptif.. Metode ini bersifat subjektif karena dipengaruhi oleh latar belakang seseorang, seperti emosi, pendidikan, intuisi, dan sebagainya.

Beberapa teknik umum dalam metode forecasting kualitatif ini, di antaranya: survei pasar melalui wawancara ataupun kuesioner, jajak pendapat dari eksekutif, maupun gabungan tenaga penjualan.

Related Articles