Comscore Tracker
BUSINESS

Valuasi Capai US$1 Triliun, Tesla “Satu Kelas” dengan Apple dan Google

Kenaikan valuasi di tengah kabar pesanan kendaraan listrik.

Valuasi Capai US$1 Triliun, Tesla “Satu Kelas” dengan Apple dan GoogleTesla Roadster. (Shutterstock/Mike Mareen)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), mencatatkan babak baru dalam perjalanan bisnisnya. Perusahaan milik Elon Musk ini untuk pertama kalinya berhasil meraih nilai kapitalisasi pasar mencapai lebih dari US$1 triliun atau lebih dari Rp14.000 triliun.

Melansir Reuters, pada perdagangan Senin (25/10) waktu setempat, saham Tesla melejit 12,7 persen ke posisi US$1.024,86 per saham. Saham Tesla bahkan sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dengan US$1.045 per saham. Dengan demikian, Tesla menjadi produsen mobil paling berharga di dunia, menurut perhitungan Reuters.

Kenaikan saham juga berdampak pada kapitalisasi pasar perusahaan. Saat ini, Tesla setara dengan sejumlah perusahaan yang memiliki nilai valuasi sama, yaitu Apple, Microsoft, Amazon, dan Alphabet.

Chief Executive Officer (CEO) Tesla, Elon Musk, mengatakan terkejut dengan valuasi perusahaannya yang melonjak secara cepat ini. “Gerak valuasi ini aneh. Tesla adalah masalah peningkatan produksi, bukan masalah permintaan,” demikian pernyataan Musk yang dikutip Reuters.

Meski terkejut, kenaikan harga saham ini membawa keuntungan ganda bagi Musk karena dia memiliki 23 persen saham di Tesla. Nilai sahamnya pun melompat menjadi US$230 miliar atau lebih dari Rp3.200 triliun, menurut data dari Revinitif.

Musk memang dikabarkan tidak menerima gaji di Tesla. Namun, ia memiliki 12 opsi fasilitas khusus yang akan diberikan ketika kapitalisasi pasar dan kinerja keuangan perusahaan meningkat. Salah satu keuntungan khusus itu, Musk bisa membeli saham Tesla masing-masing US$70, jauh lebih murah dari posisi saat ini.

Pekan lalu, Tesla mengumumkan sanggup meraih pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi (EBITDA) US$3,2 miliar atau lebih dari Rp45 triliun per kuartal ketiga tahun ini. Lonjakannya 77 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).  

Pembelian oleh perusahaan rental

CEO Tesla, Elon Musk.

Kenaikan saham Tesla ini terjadi di tengah kabar perusahaan tersebut mendapatkan pesanan dari perusahaan penyewaan mobil, Hertz. Melansir Reuters, kesepakatan itu disebut dapat memperkuat Tesla menjadi produsen dengan nilai penjualan tertinggi di industri otomotif dalam dekade berikutnya.

Hertz dilaporkan akan memesan sebanyak 100 ribu kendaraan Tesla pada akhir 2022. Pembelian ini disinyalir menjadi petunjuk bahwa kendaraan listrik tidak lagi menjadi pasar khusus. Namun, ke depannya akan mendominasi pasar industri otomotif.

“Kendaraan listrik sekarang menjadi arus utama, dan kami baru saja mulai melihat peningkatan permintaan dan minat global," kata Chief Executive Officer (CEO) Hertz, Mark Fields, kepada Reuters.

Hertz dikabarkan akan membeli kendaraan paling murah Tesla, yakni Sedan Model 3, seharga US$44.000. Dengan unit pembelian mencapai 100 ribu kendaraan, diperkirakan nilai transaksi seluruh pesanan tersebut US$4,4 miliar.

Dengan jumlah pesanan seperti itu, menurut Hertz, mobil listrik akan berkontribusi sebanyak 25 persen dari total unit kendaraan mereka. "Kami ingin menjadi pemimpin dalam mobilitas. ... Mendapatkan pengalaman pelanggan dengan kendaraan listrik adalah prioritas mutlak bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Elon Musk mengatakan perusahaan telah menetapkan target pertumbuhan penjualan tahunan rata-rata 50 persen. Secara bertahap perusahaan akan meraih penjualan mencapai 20 juta unit per tahun. Itu artinya akan menjadi lebih dari dua kali volume penjualan Volkswagen AG dan Toyota Motor Corp saat ini.

Menurut Musk, permintaan konsumen untuk kendaraan listrik berubah di beberapa pasar utama. Tesla Model 3 adalah kendaraan terlaris terutama di Eropa.

Related Articles