Jakarta, FORTUNE - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan senilai Rp1,11 triliun pada semester-I 2026, naik 8,5 persen (YoY).
Kenaikan pendapatan tersebut didukung oleh pertumbuhan jumlah kunjungan (visit) sebesar 9,7 persen (YoY). Salah satunya, berkat penjualan tes esoterik yang menjadi kontributor pendapatan terbesar pada periode tersebut. Selain itu, kenaikan pendapatan di seluruh segmen pelanggan juga turut mendorong peningkatan pendapatan. Hingga Juni 2026, PRDA telah melayani hampir 10 juta tes.
Pada semester-II 2026, perseroan akan memastikan setiap pertumbuhan dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan. "Untuk itu, kami terus menghadirkan sumber pertumbuhan baru melalui inovasi layanan, antara lain Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Integrative Autoimmune & Allergy Clinics, dan Stemcell Clinic by Prodia," kata President Director Prodia, Liana Kuswandi dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA PRDA juga meningkat 7,1 persen (YoY). Tak hanya itu, laba bersih perseroan naik 11,4 persen (YoY) menjadi Rp77,6 miliar karena didorong oleh efektivitas strategi operasional dan efisiensi bisnis.
Dari segi neraca, aset PRDA terkoreksi 2 persen (YoY) menjadi Rp2,64 triliun. Sementara ekuitasnya mencapai Rp2,34 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp301 miliar.
Sementara dari segi arus kas bersih, perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi senilai Rp199,9 miliar. Di sisi lain, arus kas untuk aktivitas investasi mencapai Rp86,2 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna memperkuat kapabilitas layanan diagnostik serta mendukung inovasi layanan.
"Kami terus memperkuat bisnis inti melalui peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, mendorong efisiensi operasional, serta memperluas kemitraan strategis termasuk dengan mitra internasional. Kami yakin langkah-langkah tersebut akan memperluas pangsa pasar Prodia, memperkuat posisi kami sebagai pemimpin layanan diagnostik di Indonesia, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Liana.
Sampai dengan Juni 2026, PRDA telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 392 outlet, di 82 kota, 111 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia.
