Comscore Tracker
FINANCE

10 Bank Dengan Bunga KPR Terendah di Masa Pandemi

Penawaran suku bunga KPR terendah didominasi BPD.

10 Bank Dengan Bunga KPR Terendah di Masa PandemiShutterstock/Elle Aon

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Tingginya tingkat suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) kerap diyakini menjadi salah satu penyebab bagi masyarakat sulit memiliki rumah. Padahal, rumah termasuk kebutuhan pokok, terlebih bagi generasi muda yang baru meniti karier atau berkeluarga.

Meski masih pandemi Covid-19, ini mungkin waktu yang pas jika ingin mempertimbangkan akuisisi rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR. Tren suku bunga acuan saat ini terendah sepanjang sejarah, yakni 3,5 persen.

Selain itu, Kementerian Keuangan menyediakan insentif potongan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dan di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar masing-masing 100 persen dan 50 persen.

Bank Indonesia juga melonggarkan kebijakan loan to value/LTV 100 persen yang memungkinkan pembelian rumah tanpa uang muka. Kedua insentif tersebut berlaku hingga Desember 2021.

Lantas, bank mana yang saat ini memiliki penawaran suku bunga KPR terendah? Fortune Indonesia menyisir data Suku Bunga Dasar Kredit (SKBD) dari Otoritas Jasa Keuangan, per Juli lalu.

Sebagai catatan, data SBDK yang dilaporkan OJK tersebut hanya sebagai dasar penetapan suku bunga ke nasabah. OJK menyebutkan, nantinya tingkat SBDK ini belum tentu sama dengan suku bunga yang ditawarkan ke nasabah. Hal ini karena masing-masing bank memperhitungkan tingkat risiko yang berbeda kepada setiap nasabah.

Data menunjukkan bahwa setidaknya ada lebih dari 70 bank yang saat ini memiliki penawaran KPR. Suku bunga pada puluhan bank ini jika dirata-rata mencapai 9,16 persen.

Menurut data OJK, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau tercatat memiliki penawaran suku bunga KPR paling rendah (5,69 persen), atau 347,00 basis poin lebih rendah daripada rata-rata industri. Kemudian, suku bunga KPR terendah kedua ditawarkan oleh PT BPD Sulawesi Tengah (5,74 persen), atau 342,00 persen lebih rendah dari industri.

Berikut daftar lengkap 10 bank suku bunga KPR terendah.

  1. PT BPD Riau Kepulauan Riau 5,69 persen
  2. PT BPD Sulawesi Tengah 5,74 persen
  3. PT Bank IBK Indonesia Tbk 5,74 persen
  4. PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta 5,85 persen,
  5. PT Bank Fama Internasional 6,04 persen
  6. PT BPD Bengkulu 6,44 persen
  7. PT Bank Shinhan Indonesia 6,61 persen
  8. PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk 7,06 persen
  9. PT BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 7,09 persen
  10. PT BPD Jawa Timur Tbk 7,10 persen

Jika melihat daftar peringkat tersebut, terlihat bahwa tawaran suku bunga terendah didominasi oleh BPD. Lalu, bagaimana dengan posisi suku bunga KPR bank-bank besar terutama anggota bank umum kegiatan usaha (Buku) IV?

Menurut data OJK, PT Bank Central Asia Tbk tercatat memiliki suku bunga KPR 7,20 persen, sedikit lebih tinggi dari BPD Jatim. Setelahnya, PT Bank Tabungan Negara, yang bisnis utamanya KPR, menawarkan bunga 7,25 persen.

Berikutnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk) semuanya menawarkan suku bunga KPR 7,25 persen. Suku bunga KPR sejumlah bank buku IV ini juga masih di bawah industri.

Minat Beli Rumah Properti Masih Tinggi

Rumah.com, sebuah situs properti, sebelumnya mencatat bahwa meski pandemi, minat masyarakat untuk membeli properti masih tinggi. Ini merupakan temuan berdasarkan survei terhadap 1.031 responden di Indonesia pada rentang Mei-Juli.

Menurut survei Rumah.com, 2 dari 3 responden menyatakan berniat membeli properti dalam satu tahun ke depan. Survei yang sama menemukan 56 persen responden menyatakan tengah meningkatkan penggunaan portal properti dan 43 persennya menyatakan harapannya agar bisa menyurvei lokasi properti setelah divaksinasi.

Rumah.com dalam survei yang sama juga merilis Indonesia Consumer Sentiment Index semester I-2021. Hasilnya, angka indeks tersebut tercatat 54, turun dari periode sama pada 2020 yang mencapai 57.

Menurut survei sama, penyebab dari penurunan indeks adalah 60 persen responden menyampaikan tren suku bunga KPR saat ini masih tinggi. Di saat sama, 42 persen responden masih sulit mendapatkan rumah sesuai bujet.

“Program uang muka nol persen membantu masyarakat yang kesulitan mengumpulkan uang di awal transaksi. Meski demikian mereka juga menyadari bahwa uang muka yang rendah membuat cicilan semakin tinggi. Karena itu, masyarakat berharap kebijakan uang muka nol persen ini dibarengi penurunan suku bunga,” kata Country Manager Rumah.com, Marine Novita, Senin (30/8).

Kinerja KPR

KPR Bank

Terlepas dari tingkat suku bunga yang menurut survei dianggap masih tinggi, kinerja KPR saat ini tercatat masih relatif baik. Data Statistik Perbankan Indonesia OJK menunjukkan bahwa per Juni lalu, KPR tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan KPR ini lebih baik dari kenaikan total kredit bank umum yang hanya mencapai 0,6 persen.

OJK juga mencatat, tahun lalu KPR masih tumbuh positif pada 3,5 persen. Sedangkan, kredit bank umum di periode yang sama minus 2,4 persen.

Kemampuan membayar nasabah KPR juga terlihat baik, terindikasi dari rasio kredit bermasalah (non-performing-loan/NPL) yang rendah. Menurut OJK, NPL KPR per Juni lalu hanya 2,5 persen, sedikit lebih rendah dari NPL total bank umum sebesar 3,2 persen.

Related Topics

Related Articles