Comscore Tracker
FINANCE

Konsumsi Warga Belum Kembali Normal, Simpanan Perbankan Masih Tumbuh

LPS mencatat simpanan perbankan tumbuh sampai Oktober 2021.

Konsumsi Warga Belum Kembali Normal, Simpanan Perbankan Masih TumbuhIlustrasi menabung. Shutterstock/Worawee Meepian

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat hingga Oktober 2021 masih tumbuh. Kenaikan dana pihak ketiga (DPK) tersebut terutama didorong oleh simpanan dengan saldo superjumbo atau di atas Rp5 miliar.

Berdasarkan data LPS, total simpanan di perbankan bulan lalu mencapai Rp7.301,3 triliun atau naik 9,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara bulanan, nominal simpanan tersebut juga meningkat 1,1 persen.

Pertumbuhan simpanan pada bulan lalu secara tahunan ini juga lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Menurut catatan LPS, simpanan perbankan pada September 2021 hanya tumbuh 7,5 persen secara tahunan.

Sebagai catatan, data simpanan dari LPS ini berasal dari 107 bank umum. Data simpanan ini meliputi DPK dan simpanan dari bank lain. Namun, tidak termasuk simpanan cabang luar negeri dan pinjaman bersaldo kredit.

Didorong tabungan superjumbo

Grafis pertumbuhan simpanan perbankan.

Secara mendetail, kenaikan simpanan pada periode sama itu terutama bersandar pada tabungan superjumbo—rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar—yang tumbuh 13,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan nominal rekening ini juga lebih tinggi dibandingkan lainnya.

Kondisi sedemikian sudah terjadi sejak Juli tahun lalu. Pada saat itu, pertumbuhan nominal rekening di atas Rp5 miliar sudah mengungguli rekening lainnya. Nominal rekening ini juga menyumbang 50,9 persen terhadap total simpanan perbankan.

Setelah rekening superjumbo, pertumbuhan tertinggi diraih oleh rekening dengan nominal Rp100 juta sampai Rp500 juta yakni 6,0 persen secara tahunan. Kemudian, rekening dengan saldo Rp1 miliar sampai Rp5 miliar (5,1 persen), Rp500 juta sampai Rp1 miliar (4,8 persen), dan di bawah Rp100 juta (3,2 persen).

Konsumsi belum kembali normal

Menurut Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Amin Nurdin, kondisi pandemi COVID-19 yang belum menjadi endemi memang membuat tren masyarakat menyimpan dananya di perbankan masih tinggi. Sebagai informasi, endemi merupakan istilah yang merujuk pada suatu kondisi ketika penularan sebuah penyakit relatif terbatas pada suatu wilayah tertentu.

“Apalagi mereka (masyarakat) masih belum bisa banyak melakukan mobilisasi dan transaksi,” kata Amin kepada Fortune Indonesia, Senin (29/11). “Intinya belum normal seperti sebelum era pandemi COVID-19.”

Amin juga berpendapat, khusus untuk pertumbuhah tinggi rekening di atas Rp5 miliar, disinyalir seiring dunia usaha yang masih memilih zona aman dengan menyimpan dananya di bank. Meskipun belanja investasi sudah tumbuh, namun, belum kembali seperti sebelum era pandemi COVID-19.

Itu termasuk dengan yang dilakukan oleh nasabah-nasabah tajir saat ini. Mereka masih menempatkan dananya di tabungan maupun deposito sampai keadaan membaik maupun sebelum berinvestasi di instrumen lain seperti saham dan reksadana. “Tren pertumbuhan ini menurut saya masih akan bertahan sampai dengan akhir tahun,” katanya.

Menurut data LPS, simpanan giro tumbuh 19,0 persen secara tahunan bulan lalu, diikuti tabungan (13,0 persen) dan deposito (1,0 persen). Simpanan deposito menyumbang 39 persen terhadap total simpanan, sedangkan kontribusi tabungan dan giro masing-masing 32 persen dan 28 persen.

Related Articles