Comscore Tracker
FINANCE

E-wallet: Pengertian, Contoh, dan Berbagai Kelebihannya

Kenali cara praktis dalam bertransaksi

E-wallet: Pengertian, Contoh, dan Berbagai Kelebihannyailustrasi barcode e-wallet (unsplash.com/Markus Winkler)

by Nadia Agatha Pramesthi

E-wallet adalah salah satu produk dari perkembangan teknologi. Saat ini penggunaan e-wallet juga bisa dibilang bertumbuh dengan cepat.

Banyak aplikasi super (super app) yang menyediakan fitur e-wallet atau dompet elektronik. Selain itu, e-wallet juga dapat digunakan untuk bertransaksi dengan QRIS.

Pertumbuhan pengguna e-wallet ini juga dipengaruhi oleh segala kelebihannya bila dibandingkan dengan kartu ATM atau uang konvensional.

Melalui artikel ini, Anda akan mengenal lebih jauh mengenai apa itu e-wallet, beberapa contoh e-wallet terpopuler yang ada di Indonesia, dan juga sejumlah kelebihan e-wallet. Untuk itu, tetap simak artikel ini.

Pengertian e-wallet

ilustrasi membayar dengan e-wallet yang mana e-wallet adalah alat pembayaran sah

E-wallet adalah dompet elektronik yang dalam penggunaannya harus menggunakan koneksi internet.

Untuk mengisi saldo e-wallet, Anda bisa melakukannya melalui minimarket, ATM, atau mobile banking.

Ada beberapa kegunaan e-wallet di antaranya:

  • Melakukan pembayaran di merchant online
  • Melakukan pembayaran di toko offline yang menyediakan kode QR e-wallet
  • Membayar transaksi apa pun yang ada di aplikasi tersebut
  • Membayar tagihan listrik, pulsa, BPJS, tiket nonton, dan lain-lain
  • Investasi.

Ada lebih banyak lagi fitur yang ditawarkan oleh e-wallet yang bisa Anda manfaatkan. Yang jelas, e-wallet memudahkan Anda dalam bertransaksi.

Mungkin ada yang mempertanyakan keamanan dari e-wallet ini. Sebetulnya, Anda tidak perlu khawatir karena pemerintah Indonesia turut mengawasi lembaga atau perusahaan fintech yang mengeluarkan layanan e-wallet

Pengawasan tersebut dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi keamanan uang Anda di dalam e-wallet tersebut terjamin.

Selain perusahaan fintech tersebut terdaftar di OJK, e-wallet yang terjamin keamanannya sudah terdaftar di Bank Indonesia (BI).

Setelah mengenal e-wallet, mari cari tahu apa saja layanan e-wallet populer di Indonesia.

Contoh-contoh e-wallet yang ada di Indonesia

Melalui penjelasan di atas, Anda bisa memahami bahwa kehadiran dompet digital ini dapat meringankan proses transaksi finansial. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa macam e-wallet yang umum digunakan untuk bertransaksi. Ingin tahu produk e-wallet yang populer di Indonesia? Berikut ini adalah daftarnya:

1. Gopay

Gopay adalah layanan e-wallet dari PT Gojek Indonesia, perusahaan yang awalnya merupakan penyedia layanan ojek online yang kini merambah perbankan dan industri lainnya.

Keberhasilannya dalam menyediakan layanan ojek online, PT Gojek Indonesia pun turut mengembangkan fitur e-wallet bernama Gopay.

Gopay memungkinkan Anda untuk melakukan berbagai transaksi keuangan melalui aplikasi supernya, mulai dari membayar tagihan listrik, membayar belanjaan di toko, sampai donasi.

2. i.saku

Telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia, i.saku mulai digunakan sejak tahun 2018 untuk transaksi keuangan, terutama di Indomaret.

i.saku memang terintegrasi dengan Indomaret Poinku, tetapi kegunaannya tidak hanya sebatas membayar transaksi belanja di Indomaret.

Seperti e-wallet pada umumnya, i.saku bisa digunakan untuk membayar berbagai macam tagihan dan pembayaran, tarik tunai, dan kirim uang.

3. OVO

Pada tahun 2019, OVO sempat menduduki peringkat kedua sebagai e-wallet yang paling populer di Indonesia.

Banyak warga Indonesia yang menggunakan OVO untuk membayar transaksi belanja online maupun offline.

Selain melakukan transaksi belanja dan membayar tagihan melalui aplikasinya, OVO juga terintegrasi dengan Grab sehingga memudahkan Anda dalam pembayaran transaksi apa pun di aplikasi Grab.

4. Jenius

Dengan berbagai penawaran menarik, sebagai aplikasi yang user-friendly dan menawarkan kemudahan dalam aktivitas perbankan, Jenius mampu menjadi salah satu e-wallet terpopuler di Indonesia.

Melalui aplikasinya, Anda tidak hanya membayar tagihan saja, tetapi juga menabung, mentransfer uang baik ke dalam dan luar negeri, menerima uang, dan sederet fitur lainnya.

Dikembangkan oleh BTPN, keamanan e-wallet ini pun terjamin. Inilah salah satu alasan mengapa banyak warga Indonesia yang memilih untuk menggunakan Jenius.

5. ShopeePay

Pertama kali diluncurkan di Singapura sebelum masuk ke Indonesia, Shopee adalah sebuah platform untuk belanja online.

Aplikasi ini memiliki  fitur e-wallet yang bernama ShopeePay untuk melakukan pembayaran tagihan belanja penggunanya.

Ternyata, selain memungkinkan Anda untuk membayar tagihan belanja, ShopeePay juga dibekali fitur untuk membayar tagihan listrik, PDAM, pembayaran UKT, dan lainnya.

6. LinkAja

LinkAja adalah e-wallet terpopuler lainnya yang sering digunakan masyarakat Indonesia karena menawarkan kemudahan dalam membayar tiket bus, KRL, dan lain-lain.

E-wallet yang dikembangkan oleh PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) ini sempat mampu menduduki peringkat keempat sebagai e-wallet terpopuler.

Sudah terdaftar di Bank Indonesia, LinkAja menawarkan berbagai fitur pembayaran yang terjamin keamananya.

7. Sakuku

Sakuku merupakan dompet digital yang dikeluarkan oleh bank BCA. Kehadiran e-wallet ini disebabkan karena banyak perusahaan yang menggunakan bank BCA untuk melakukan pembayaran gaji karyawannya.

Uang elektronik ini juga dapat digunakan untuk menunjang gaya hidup mulai dari belanja, isi pulsa, dan bayar tagihan. Dompet digital ini terbagi menjadi dua jenis yang memiliki perbedaan pada jumlah saldo yang dapat disimpan pada aplikasi.

Untuk e-wallet jenis Sakuku, layanan ini hanya mampu menyimpan saldo sebesar Rp2 juta. Namun, Sakuku Plus mampu menyimpan saldo hingga Rp10 juta yang dilengkapi fitur tarik tunai. Kehadiran sakuku sangat membantu dalam bertransaksi.

Kelebihan e-wallet

ilustrasi membayar dengan e-wallet

Apabila dibandingkan dengan mata uang koin atau kertas, proses transaksi menggunakan dompet digital relatif lebih cepat. Caranya hanya dengan melakukan pemindaian barcode yang sudah tersedia. E-wallet juga mampu untuk mengurangi peredaran uang palsu.

Transaksi pada e-wallet tergolong aman karena setiap orang yang mendaftarkan akun perlu melakukan verifikasi data terlebih dahulu.

Apabila telah selesai melakukan verifikasi data pengguna, Anda akan diminta untuk mengaktifkan fitur keamanan PIN, kata sandi, biometrik, atau kombinasi dari tingkat lapisan keamanan tersebut.

Dengan menggunakan dompet digital, Anda tidak perlu lagi melakukan pencatatan dan pengeluaran keuangan. Ini karena e-wallet menyediakan fitur yang memuat rincian transaksi Anda.

Meskipun  e-wallet menawarkan banyak keuntungan, ternyata masih ada beberapa kekurangan dari dompet digital satu ini, yaitu saldo tidak bisa dicairkan secara langsung, membuat penggunanya lebih konsumtif, dan ada beban biaya administrasi pada setiap transaksinya.

Untuk itu, gunakan e-wallet secara bijak dan tepat agar lebih terasa manfaatnya. Semoga bermanfaat.

Related Articles