Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Siapa Perry Warjiyo yang Jadi Sorotan saat Rupiah Melemah?
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (dok. Fortune IDN/Desy Y)
  • Perry Warjiyo menjadi sorotan publik setelah rupiah melemah hingga Rp17.700 per dolar AS.

  • Berpengalaman di BI dan IMF, Perry telah menjabat berbagai posisi strategis sebelum ditetapkan kembali sebagai Gubernur BI periode 2023–2028.

  • Perry menegaskan pelemahan rupiah dipicu faktor eksternal seperti kebijakan The Fed dan konflik global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Di tengah nilai tukar rupiah melemah hingga ke level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (19/5), siapa Perry Warjiyo menjadi perbincangan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menjadi perhatian publik usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin (18/5).

Sorotan terhadap Perry semakin menguat dalam alam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5). Anggota DPR RI Fraksi PAN, Primus Yustisio, secara terbuka meminta Perry mengundurkan diri menyusul pelemahan rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Siapa Perry Warjiyo?

Perry Warjiyo adalah Gubernur BI yang sedang menjabat saat ini. Ia lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959.

Perry menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan lulus pada 1982. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Iowa State University, Amerika Serikat.

Perry meraih gelar Master of Science (MSc) bidang ekonomi moneter dan internasional pada 1989, kemudian menyelesaikan program doktor atau PhD pada 1991 di universitas yang sama.

Selain aktif di bank sentral, Perry juga dikenal di lingkungan akademik. Ia tercatat pernah menjadi dosen Pascasarjana Universitas Indonesia serta dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Perjalanan karier Perry Wijaya

Perry memulai karier di Bank Indonesia sejak 1984. Dilansir laman resmi BI, ia memiliki pengalaman panjang di bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, isu internasional, hingga transformasi organisasi.

Sejumlah posisi strategis yang pernah diembannya antara lain:

  • Staf gubernur BI pada 1992–1995

  • Kepala Biro Gubernur pada 1998

  • Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI pada 2005–2007.

Karier internasional Perry juga cukup panjang. Pada 2007–2009, ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) yang mewakili 13 negara anggota dalam South-East Asia Voting Group.

Setelah kembali ke Indonesia, Perry menjabat Asisten Gubernur BI bidang kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional pada 2009–2013. Ia kemudian terpilih sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013–2018 sebelum dilantik menjadi Gubernur BI pada 2018.

Pada 2023, Perry kembali ditetapkan sebagai Gubernur BI periode kedua 2023–2028 berdasarkan Keputusan Presiden RI No.38/P Tahun 2023.

Daftar penghargaan Perry Warjiyo

Selama menjabat di BI, Perry memperoleh sejumlah penghargaan nasional dan internasional, yaitu:

  • Governor of the Year se-Asia Pasifik dari Global Markets pada 2019

  • Anugerah Hamengku Buwono IX dari UGM pada 2022.

Bank Indonesia di bawah kepemimpinannya juga meraih penghargaan The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) pada 2018 dan 2022.

Selain itu, Perry dikenal produktif menulis buku dan jurnal ekonomi. Beberapa karyanya antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).

DPR soroti kinerja Perry Warjiyo

Tekanan terhadap rupiah membuat kinerja Perry Warjiyo menjadi sorotan. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, anggota DPR RI Fraksi PAN, Primus Yustisio, meminta Perry mempertimbangkan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur BI.

“Mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah. Selanjutnya terserah Bapak. Itu bukan sebuah penghinaan. Anda akan jauh lebih dihormati, seperti budaya di Korea atau Jepang, jika Anda merasa tidak bisa melakukan tugas dengan baik,” ujar Primus.

Meski demikian, Perry menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor domestik. Sejumlah analis juga menyoroti penguatan dolar AS akibat tingginya suku bunga The Fed serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

FAQ seputar Perry Warjiyo

Perry Warjiyo itu siapa?

Perry Warjiyo adalah Gubernur Bank Indonesia yang menjabat untuk periode 2023–2028.

Perry Warjiyo lulusan universitas mana?

Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UGM dan Iowa State University, Amerika Serikat.

Apa penyebab rupiah melemah menurut Perry Warjiyo?

Perry menyebut penguatan dolar AS, konflik geopolitik, dan tingginya permintaan valas menjadi faktor utama.

Kapan Perry Warjiyo mulai menjabat di Bank Indonesia?

Perry memulai karier di Bank Indonesia sejak 1984.

Editorial Team