Dampak Pelemahan Rupiah ke Masyarakat saat Dolar Rp17.600

Pelemahan rupiah hingga mendekati Rp17.700 per dolar AS memicu kekhawatiran karena berdampak ke masyarakat termasuk di desa.
Ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan, energi, dan bahan baku industri membuat pelemahan rupiah menekan harga kebutuhan pokok, subsidi energi, serta biaya logistik.
Sektor farmasi, digital, dan manufaktur ikut terdampak melalui kenaikan biaya produksi.
Jakarta, FORTUNE — Dampak pelemahan rupiah ke masyarakat semakin disorot setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menembus Rp17.600, Sabtu (16/5), dan mendekati level 17.700, Senin (18/5).
Isunya pun semakin menjadi perhatian serius usai Presiden Prabowo Subianto menyatakan masyarakat desa tidak perlu terlalu khawatir karena transaksi harian menggunakan rupiah. Sementara, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah tetap berdampak luas terhadap masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan.
Table of Content
Dampak pelemahan rupiah ke masyarakat
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan pelemahan rupiah berdampak terhadap masyarakat. Alasannya, struktur ekonomi Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor.
Menurut Yusuf, sejumlah kebutuhan penting seperti pupuk, gandum, bahan baku obat-obatan, bahan bakar minyak (BBM), hingga pakan ternak masih bergantung pada impor. Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya impor meningkat dan berpotensi mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.
“Begitu rupiah melemah, cost naik dan pasti ditransmisikan ke harga konsumen, classic imported inflation. Justru desa yang paling rentan karena daya tawarnya paling terbatas,” ujarnya, Sabtu (16/5).
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, juga menyebut pelemahan rupiah dapat memicu imported inflation (inflasi impor). Dampaknya terlihat pada kenaikan harga barang impor, bahan baku industri, dan biaya distribusi.
Tekanan tersebut dapat dirasakan masyarakat desa karena produk berbahan impor tetap digunakan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk barang plastik dan elektronik.
Kenaikan harga pangan dan energi mulai tertekan
Pelemahan rupiah tampak dapat menekan sektor pangan dan energi sebab Indonesia masih mengimpor komoditas pangan strategis seperti gandum, kedelai, bawang putih, gula, susu, dan sebagian kebutuhan daging sapi.
Ketika kurs rupiah melemah, biaya impor bahan pangan meningkat dan dapat memicu penyesuaian harga di pasar domestik.
“Memang tidak semua kenaikan langsung diteruskan ke konsumen karena ada kontrak lama dan pedagang biasanya menahan harga terlebih dahulu. Namun, dalam beberapa bulan biasanya penyesuaian mulai terlihat,” ujar Yusuf.
Dampak serupa juga terjadi pada sektor energi. Indonesia masih menjadi net importir minyak dan sebagian besar transaksi energi global menggunakan dolar AS. Akibatnya, beban subsidi energi meningkat ketika rupiah terdepresiasi.
“Kalau harga ditahan, APBN yang menanggung beban lebih besar. Pada akhirnya tetap ada biaya ekonomi yang harus dibayar,” kata Yusuf.
Sektor kesehatan hingga layanan digital ikut terdampak
Tekanan pelemahan rupiah menjalar ke sektor kesehatan dan konsumsi rumah tangga berbasis digital. Industri farmasi nasional masih mengimpor sebagian besar bahan baku obat dan alat kesehatan.
Kondisi tersebut dapat menekan margin perusahaan farmasi, terutama untuk obat generik yang harga jualnya diatur pemerintah.
“Jika tekanan rupiah berlangsung lama, risiko yang muncul tidak hanya kenaikan harga, tetapi juga potensi gangguan pasokan obat tertentu karena distributor mulai menahan impor saat biaya terlalu tinggi dan harga jual sulit dinaikkan,” tutur Yusuf.
Selain kesehatan, pelemahan rupiah bisa memengaruhi harga produk elektronik, gadget, kosmetik impor, hingga layanan digital berbasis dolar AS seperti Netflix, Spotify, iCloud, dan Microsoft 365.
Pengusaha mulai naikkan harga jual barang
Di sektor usaha, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa, mengatakan sejumlah pengusaha mulai melakukan penyesuaian harga jual.
Tekanan kurs dan konflik Timur Tengah meningkatkan biaya produksi, arus kas, hingga margin perusahaan. Ini berdampak khusunya pada industri yang bergantung pada impor bahan baku dan komponen.
“Dalam kondisi seperti ini, sebagian pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian harga jual secara bertahap untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujarnya, Minggu (17/5), dikutip IDX Channel.
Sejumlah sektor yang dinilai paling terdampak antara lain manufaktur, makanan dan minuman, farmasi, tekstil, elektronik, otomotif, serta industri dengan rantai pasok impor tinggi.
Meski demikian, Erwin menyebut ruang kenaikan harga masih terbatas karena pelaku usaha juga mempertimbangkan daya beli masyarakat. Karena itu, banyak perusahaan mulai melakukan efisiensi operasional dan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal.
Komunikasi pemerintah jadi sorotan
Selain dampak pelemahan rupiah ke masyarakat, komunikasi kebijakan pemerintah juga menjadi sorotan penting dalam stabilitas pasar keuangan. Pasalnya, pernyataan pejabat publik terkait kondisi ekonomi dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap stabilitas rupiah.
“Di ekonomi modern, kata-kata pejabat tinggi itu sudah jadi instrumen kebijakan tersendiri. Powell, Lagarde, sampai Gubernur BI kita, semua extremely careful soal pilihan kata karena tahu pasar membaca setiap nuansa,” tegas Yusuf.
Ia mengatakan idealnya komunikasi dilakukan secara berlapis. Pemerintah menyampaikan optimisme berbasis data dan Bank Indonesia menjaga ekspektasi inflasi serta stabilitas pasar.
FAQ seputar dampak pelemahan rupiah terhadap masyarakat
| Mengapa masyarakat desa ikut terdampak pelemahan rupiah? | Karena banyak kebutuhan seperti pupuk, BBM, plastik, dan barang elektronik masih bergantung pada impor. |
| Sektor apa yang paling terdampak pelemahan rupiah? | Sektor pangan, energi, farmasi, elektronik, manufaktur, dan otomotif menjadi sektor yang paling terdampak. |
| Apakah pelemahan rupiah memengaruhi harga layanan digital? | Ya, layanan berbasis dolar AS seperti Netflix dan Spotify berpotensi mengalami kenaikan biaya. |

















