Perbanas Tanggapi Permintaan Prabowo Terkait Bunga Kredit Rakyat 5%

- Perbanas menanggapi instruksi Presiden Prabowo untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi 5 persen, dengan menyoroti pentingnya sumber dana dalam penerapan kebijakan tersebut.
- Aviliani menjelaskan bunga rendah bisa diterapkan jika pendanaan berasal dari pemerintah, bukan dari dana masyarakat yang disimpan di bank agar tidak mengganggu margin dan kinerja saham bank.
- Penerapan bunga 5 persen dinilai sulit bagi bank swasta karena mereka tetap harus menjaga profitabilitas, kepatuhan regulasi, serta tanggung jawab terhadap pemegang saham.
Jakarta, FORTUNE - Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) buika suara perihal instruksi Presiden Prabowo tentang penurunan bunga kredit usaha rakyat bagi masyarakat kecil.
Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas, Aviliani, mengatakan operasional bank memiliki nasabah dengan profil risiko yang berbeda-beda. Skema kredit dengan bunga 5 persen masih memungkinkan apabila sumber dananya berasal dari pemerintah, bukan dari dana pihak ketiga atau tabungan masyarakat yang disimpan di bank.
"Kalau itu dana masyarakat, bank itu akan kena di (penurunan) margin. Itu akan dampak juga pada sahamnya bank," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/5).
Apabila skema tersebut digunakan dalam konteks kredit channeling dan sumber pendanaan sepenuhnya berasal dari pemerintah. Dengan model itu, bunga kredit rendah dinilai tidak akan membebani kinerja bank.
"Tapi dananya bukan dana masyarakat. Kalau dana masyarakat itu jadi negatif dong.Sekarang saja dana masyarakat saja sudah hampir 45 persen," ujarnya.
Sementara apabila perbankan swasta diikutsertakan ke dalam target kebijakan, Aviliani memastikan bunga rendah tersebut akan lebih sulit diterapkan. Sebab, bank swasta tetap harus menjaga tingkat keuntungan dan mengikuti ketentuan perbankan yang berlaku, termasuk terkait penyaluran kredit UMKM. Belum lagi tanggung jawab terhadap pemegang saham.
Presiden Prabowo belum lama ini menginstrusikan agar perbankan, terutama bank himpunan milik negara atau himbara menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal lima persen. Ia melontarkan hal itu dengan harapan dapat memperluas aksesnya bagi rakyat kecil.
"Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun. Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat," ujar Prabowo, di hadapan para buruh saat aksi May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5).
















