Comscore Tracker
FINANCE

Aliran modal asing masuk Rp3,22 triliun ke RI, Ini Prospeknya

Level IHSG diramal bertengger di 7.500 hingga akhir tahun.

Aliran modal asing masuk Rp3,22 triliun ke RI, Ini ProspeknyaKaryawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk (capital inflow) senilai Rp3,22 triliun ke pasar keuangan domestik pada 23-25 Mei 2022. 

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, capitan inflow berasal dari instrumen pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham. 

"Terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp2,97 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp240 miliar," dikutip dari Laporan Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah di Jakarta, Senin (30/5). 

Prospek pasar keuangan RI

Berdasarkan data setelmen BI secara year to date (ytd), hingga 25 Mei 2022 nonresiden pasar domestik masih keluar atau jual neto senilai Rp102,15 triliun di pasar SBN. Namun demikian, nonresiden pasar domestik telah masuk atau beli neto senilai Rp62,66 triliun di pasar saham. 

Wealth Management Head Bank OCBC NISP Juky Mariska berpendapat, fundamental Indonesia semakin membaik di tengah  berbagai sentimen negatif global. Investor dinilai akan tetap optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia. 

"Ke depan, sejumlah risiko masih membayangi pergerakan pasar saham seperti kenaikan inflasi yang terlalu cepat yang mempercepat laju  kenaikan suku bunga," kata Mariska melalui Monthly Outlook
by OCBC NISP yang dikutip di Jakarta, Senin (30/5). 

Pada bulan April 2022, Indonesia mencatat inflasi sebesar 3,47 persen (yoy). Mariska memandang aktivitas ekonomi Indonesia sudah terlihat semakin pulih seiring dengan COVID-19 yang terkendali dan herd immunity yang meningkat.

Level IHSG diramal bertengger di 7.500 hingga akhir tahun

IHSG sendiri berhasil menguat +2.22% ke level 7,728 di bulan April. Mariska menyebut penguatan tersebut tidak lepas dari derasnya aliran dana investor asing yang mencapai sekitar US$2.783 miliar. 

Namun demikian, menurutnya ketegangan Rusia-Ukraina serta semakin ketatnya lockdown di China masih mendominasi pergerakan pada pasar saham. Dengan demikian, pihaknya memprediksi level IHSG bakal bertengger di 7.500 hingga akhir tahun. 

"Seiring dengan pulihnya permintaan  domestik dan kenaikan harga komoditas, maka IHSG diperkirakan akan  berada di kisaran 7,200 sampai 7,500 hingga akhir tahun," pungkas Mariska.

Related Articles