FINANCE

Digitalisasi Bisa Kurangi Risiko di Asuransi, Ini Penjelasan OECD

Penerapan digitalisasi harus dengan prinsip hati-hati.

Digitalisasi Bisa Kurangi Risiko di Asuransi, Ini Penjelasan OECDShutterstock/mrmohock

by Suheriadi

15 December 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyampaikan bahwa digitalisasi melalui teknologi dapat berkontribusi untuk mendorong pengurangan risiko pemegang polis. 

Chair OECD Insurance and Private Pensions Committee (IPPC), Yoshihiro Kawai menjelaskan, hal itu diwujudkan dengan meningkatkan kapasitas perusahaan Asuransi dalam menilai risiko. 

"Dengan demikian perusahaan dapat menetapkan harga secara lebih akurat, mengenali risiko secara lebih baik, dan mitigasi atau penanganan risiko yang lebih baik pula," kata Yoshihiro melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (15/12).

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan OECD meluncurkan kajian pemanfaatan teknologi di sektor asuransi untuk meningkatkan penilaian risiko dan pengurangan risiko pemegang polis. 

Potensi pemanfaatan digital untuk asuransi sangat besar

Layanan asuransi di platform Pospay.Layanan asuransi di platform Pospay. (dok. Pos Indonesia)

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa potensi pemanfaatan teknologi pada sektor asuransi sangat besar.  

"Pemanfaatan tersebut dapat digunakan untuk memperluas jangkauan dan layanan asuransi, serta mencegah mis-selling dalam proses pemasaran produk asuransi. Seperti penggunaan analisis big data dan kecerdasan buatan untuk memastikan kesesuaian produk yang ditawarkan dengan profil, preferensi, dan kebutuhan pemegang polis," jelas Ogi. 

Menurut Ogi, pemanfaatan teknologi juga tidak hanya di sisi pemasaran, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan purna jual. Khususnya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam proses penyelesaian klaim, pembayaran manfaat asuransi, dan memungkinkan penanganan keluhan secara lebih cepat. 

Penerapan digitalisasi harus dijalankan dengan prinsip hati-hati

Ilustrasi chip.Ilustrasi chip. (ShutterStock_Connect World)