LUXURY

Belanja Barang Mewah Melambat, Pertumbuhan Penjualan LVMH Menyusut

Penjualan grup yang dilaporkan turun 2% akibat mata uang.

Belanja Barang Mewah Melambat, Pertumbuhan Penjualan LVMH MenyusutDok. Louis Vuitton
17 April 2024

Jakarta, FORTUNE- Penjualan LVMH pada kuartal pertama 2024 melambat seiring kenaikan harga yang mendorong banyak konsumen menahan diri untuk mengeluarkan ribuan dolar untuk membeli tas tangan dan aksesori mewah. 

Dilansir dari Reuters, pertumbuhan penjualan yang melambat sekitar 3 persen ini berbanding terbalik dengan kuartal yang sama pada 2023, ketika penjualan tahun itu terdorong oleh pencabutan pembatasan COVID-19 di pasar utama LVMH, Tiongkok daratan dengan terjadinya kekhawatiran perlambatan global yang berkepanjangan. Hal ini turut berdampak pada penurunan harga saham perusahaan-perusahaan mewah setahun terakhir.

Grup Barang Mewah terbesar di dunia, pemilik Louis Vuitton, Tiffany & Co. dan Bulgari itu mengatakan, penjualan organik kuartal I 2024 naik 3 persen menjadi 20,69 miliar euro (US$22 miliar), sesuai dengan ekspektasi analis. Namun, penjualan grup yang dilaporkan turun 2 persen sebagian besar disebabkan oleh dampak mata uang.

LVMH, yang merupakan perusahaan terdaftar terbesar kedua di Eropa dan bernilai hampir 400 miliar euro, adalah produsen barang mewah pertama yang melaporkan pendapatan kuartalannya, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap permintaan di Tiongkok, negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.

Sementara itu, pemilik Kering Group yang menaungi brand Gucci, Kering  bulan lalu juga mengeluarkan peringatan mengejutkan di mana penjualan kuartal pertama diprediksi merosot 10 persen dengan penurunan tajam di Asia. Perkiraan ini pun menimbulkan ketidakpastian pada prospek sektor barang mewah.

LVMH mengatakan penjualannya di Asia, tidak termasuk Jepang, turun 6 persen, dengan pertumbuhan sebesar 2 persen di Eropa dan Amerika Serikat. Namun, hasilnya "terbilang baik" dibandingkan periode perbandingan tersulit tahun ini, kata analis di Bernstein, dan kemungkinan akan mendukung saham LVMH.

Pertumbuhan lebih tinggi diprediksi bakal terjadi pada kuartal kedua. Industri barang mewah sedang menyesuaikan diri dengan permintaan yang melambat setelah periode pertumbuhan penjualan yang luar biasa setelah pandemi dan mendorong banyak pembeli keluar dari lockdown dengan membelanjakan tabungan dan memenuhi keinginan terpendam untuk memanjakan diri. 

Barclays memperkirakan pertumbuhan penjualan merek mewah itu akan melambat hingga pertengahan satu digit pada tahun ini, turun dari hampir 9 persen pada 2023 dan dua digit pada dua tahun sebelumnya.

Konsumen di Cina

Louis Vuitton GO-14/Dok. Louis Vuitton

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.