Kenangan Festival, Strategi Baru Kopi Kenangan Gaet Konsumen

- Kopi Kenangan menggelar Kenangan Festival perdana pada 7 November 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, sebagai ekspansi inovasi dari bisnis kopi ke industri musik dan pengalaman interaktif.
- Festival berkapasitas sekitar 7.000 penonton ini menghadirkan Kerispatih-Sammy Simorangkir, JKT48, Kangen Band, Mahalini, dan Yura Yunita; tiket early bird hingga presale 2 telah habis.
- Kopi Kenangan menargetkan peningkatan brand awareness 70–80 persen melalui festival, didukung promosi digital, promotor, KOL, serta basis bisnis lebih dari 1.800 gerai di tujuh negara.
Jakarta, FORTUNE - Setelah sembilan tahun berdiri, Kopi Kenangan mencoba menjangkau konsumen lewat jalur berbeda: industri musik. Perusahaan kopi tersebut menyiapkan Kenangan Festival, sebuah perhelatan yang mempertemukan pertunjukan musik, pengalaman interaktif, dan nostalgia terhadap sejumlah menu yang pernah menjadi favorit pelanggan, seperti Kopi Kelapa dan Honey Americano.
Festival perdana ini dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 7 November 2026. Dengan kapasitas sekitar 7.000 penonton dan harga tiket Rp350.000 hingga Rp550.000, Kenangan Festival menjadi langkah Kopi Kenangan memasuki ranah hiburan di luar bisnis utamanya.
Head of Kenangan Festival, Aryo Ardiarso Wibisono mengatakan, gagasan tersebut berangkat dari keinginan manajemen untuk mendorong inovasi yang tidak hanya berkutat pada peluncuran produk minuman.
"Perusahaan menilai bahwa inovasi tidak cukup hanya dilakukan melalui peluncuran produk minuman baru setiap kuartal. Karena itu, manajemen mendorong adanya terobosan lain yang tetap sejalan dengan akar bisnis Kopi Kenangan," ujarnya usai konferensi pers Kenangan Festival, Rabu (21/10).
Keputusan menggelar festival juga berkaitan dengan perjalanan Kopi Kenangan selama sembilan tahun di Indonesia. Setelah mengembangkan produk, makanan, merchandise, dan berbagai kolaborasi, perusahaan melihat peluang untuk memperluas inovasi lintas industri. Aryo menilai, kopi dan musik memiliki kedekatan dalam kehidupan masyarakat. Keduanya bukan hanya produk dan hiburan, melainkan bagian dari budaya yang dapat mempertemukan orang dalam pengalaman bersama.
"Jadi, tujuan utamanya bukan terlalu berfokus pada keuntungan, melainkan menantang diri kami sendiri sebagai merek kopi di Indonesia untuk pertama kalinya menggelar acara di luar industri kami sendiri, yaitu industri kopi," ujarnya,
Memasuki industri festival musik menghadirkan tantangan yang berbeda bagi Kopi Kenangan. Jika gerai menjadi tempat konsumen membeli dan menikmati produk, festival membuka peluang bagi merek untuk hadir lebih lama melalui pengalaman yang melibatkan banyak indra dan emosi. Untuk membangun identitas acara, perusahaan membuat akun Instagram dan TikTok khusus Kenangan Festival. Kanal tersebut dipisahkan dari akun utama Kopi Kenangan agar komunikasi mengenai festival dapat berkembang tanpa bercampur dengan promosi produk sehari-hari.
Perusahaan juga menggandeng promotor yang dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola festival. Strategi promosi diperluas melalui key opinion leader (KOL) dan influencer. Kerispatih dan Sammy Simorangkir, yang masuk dalam jajaran pengisi acara, turut memperkenalkan festival kepada calon penonton.
Salah satu daya tarik Kenangan Festival adalah penampilan Kerispatih bersama Sammy Simorangkir dalam satu panggung. Keduanya dikenal lewat lagu-lagu pop romantis yang populer pada era 2000-an dan masih lekat dengan kenangan kisah cinta lintas generasi. Ada pula JKT48 bersama Shani, Naykilla, dan Kangen Band. Panggung Kenangan Festival juga akan dimeriahkan kolaborasi spesial antara Mahalini dan Yura Yunita.
Menurut Aryo, tiket tahap early bird, presale 1, dan presale 2 telah habis terjual. Capaian tersebut menjadi sinyal awal ketertarikan pasar, meski keberhasilan festival nantinya juga akan bergantung pada pengalaman yang dirasakan pengunjung saat acara berlangsung. Profil calon penonton yang terjangkau pun tidak terbatas pada satu kelompok usia. Aryo menyebut peserta yang terpantau berusia sekitar 17 hingga 40 tahun, menunjukkan rentang audiens yang cukup beragam.
Melalui festival ini, Aryo mengatakan, perusahaan memproyeksikan peningkatan brand awareness. Menurutnya, festival musik memungkinkan Kopi Kenangan menjangkau orang-orang yang tidak hanya datang untuk menikmati kopi, tetapi juga mencari pengalaman hiburan. "Kami berharap brand awareness kami bisa meningkat sekitar 70–80 persen dari tingkat saat ini," ujar Aryo.
Meski demikian, proyeksi tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengukuran setelah acara. Sebagai gambaran, berdasarkan hasil pelacakan kesehatan merek terakhir yang disampaikan Aryo, tingkat top of mind Kopi Kenangan di Indonesia mencapai 36 persen. Ia menyebut perusahaan berada di posisi pertama dalam pelacakan tersebut.
Aryo mengaitkan pencapaian itu dengan kontribusi tim pemasaran dan perluasan jaringan bisnis yang kini mencapai lebih dari 1.800 gerai di tujuh negara, dengan penjualan tahunan mencapai 70 juta cangkir. Perusahaan juga memiliki lebih dari enam juta pengguna aplikasi dan pelanggan setia.
"Ke depan, Kenangan Festival ingin diposisikan sebagai wadah bagi para pencinta kopi sekaligus pencinta musik. Kami berharap festival ini dapat berkembang dengan menghadirkan tidak hanya musisi lokal, tetapi juga musisi internasional. Lebih jauh lagi, Kenangan Festival diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta bisnis lainnya untuk terus berinovasi dan berani mencoba peluang baru di luar bisnis inti mereka," katanya.





















