Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Technogym Bidik Peluang Pasar Wellness Indonesia, Ini Strateginya
Casa Technogym Reformer/Dok. Technogym
  • Technogym membidik Indonesia sebagai pasar wellness Asia karena meningkatnya perhatian pada kesehatan preventif serta peluang di sektor pariwisata, perhotelan, dan properti residensial.

  • Ekonomi wellness Indonesia bernilai US$55,77 miliar menurut Global Wellness Institute, menempatkannya dalam 20 pasar wellness terbesar dunia dan membuka peluang pengembangan di luar gym konvensional.

  • Technogym menawarkan ekosistem perangkat, perangkat lunak, layanan digital, dan perancangan fasilitas, termasuk program corporate wellness untuk operator, pengembang, serta perusahaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Indonesia menjadi salah satu pasar yang dibidik Technogym untuk mengembangkan bisnis wellness di Asia. Perusahaan peralatan kebugaran asal Italia yang masuk Indonesia sejak tahun 2006 itu melihat peluang dari meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan preventif, serta potensi sektor pariwisata dan perhotelan dalam mengintegrasikan layanan kebugaran.

Founder dan CEO Technogym, Nerio Alessandri, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia, bertepatan dengan penyelenggaraan Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026 di Technogym Jakarta pada 12 Oktober 2026. Potensi terlihat setelah perusahaan melakukan riset pasar dan berdiskusi dengan banyak pelaku industri dan menunjukkan bahwa visi perusahaan selaras dengan perkembangan dan kebutuhan pasar Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat besar dan memiliki potensi yang luar biasa. Kami ingin membawa pengalaman global Technogym untuk mendukung para pelaku industri dan masyarakat Indonesia. Kami juga ingin memadukan budaya perusahaan kami dengan budaya Indonesia," ujar Alessandri, kepada Fortune Indonesia, Senin (12/10).

Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), ekonomi wellness Indonesia mencapai US$55,77 miliar, menempatkannya di antara 20 pasar wellness terbesar di dunia. Alessandri menilai karakteristik Indonesia juga membuka peluang pengembangan wellness di luar pusat kebugaran konvensional. Sektor pariwisata, hotel, dan properti residensial dinilai dapat menjadi bagian dari pertumbuhan industri tersebut.

"Indonesia memiliki banyak hal yang mendukung perkembangan sektor ini: sumber daya alam, negara yang indah, pantai yang luar biasa, serta pulau-pulai. Bali, misalnya, merupakan destinasi yang sangat menarik," katanya, menambahkan.

Di tengah upaya memperluas pasar, Technogym juga menghadapi karakteristik industri kebugaran yang berbeda di setiap negara. Alessandri menyebut Australia dan Jepang memiliki sejarah industri kebugaran yang lebih panjang, sementara Singapura termasuk salah satu pasar wellness paling maju di Asia. Indonesia, menurut dia, memiliki potensi besar, meski tingkat penetrasi pusat kebugaran berbeda-beda di kawasan tersebut. Dari sisi kontribusi pasar, Amerika Serikat merupakan pasar terbesar Technogym, diikuti Jerman dan Jepang. Italia juga menjadi salah satu pasar penting bagi perusahaan.

Secara global, Technogym mencatat pendapatan konsolidasi sebesar €1,02 miliar pada 2025. Perusahaan yang didirikan Alessandri pada 1983 tersebut kini beroperasi di lebih dari 100 negara, dengan lebih dari 70 juta pengguna yang berlatih menggunakan produknya di lebih dari 100.000 fasilitas wellness dan 500.000 hunian pribadi.

Technogym juga mempertahankan posisi premium dengan mengedepankan desain Italia, kualitas, dan perhatian terhadap detail. Produk-produknya digunakan di vila, kawasan residensial, serta pusat kebugaran premium. Perusahaan turut menjalin kerja sama dengan klub olahraga besar, termasuk AC Milan dan Juventus, serta atlet internasional.

“Technogym memiliki posisi premium di pasar. Kami menonjolkan desain Italia, kualitas, dan perhatian terhadap detail. Produk kami digunakan di vila, kawasan residensial, dan pusat kebugaran premium. Kami juga bekerja sama dengan sejumlah merek dan organisasi olahraga terkemuka," katanya.

Tak hanya menawarkan peralatan kebugaran, Technogym mengembangkan ekosistem yang mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, layanan digital, dan aplikasi. Perusahaan juga menyediakan solusi bagi operator dan pengembang, mulai dari perancangan fasilitas hingga integrasi teknologi dan layanan untuk meningkatkan keterlibatan anggota.

Peluang lain yang disoroti Alessandri adalah penerapan program corporate wellness. Menurut dia, perusahaan dapat memanfaatkan program kebugaran untuk membantu karyawan menjalani kehidupan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.

Melalui pendekatan tersebut, Technogym berupaya memperluas peran wellness dari aktivitas individual menjadi bagian dari lingkungan kerja, fasilitas hospitality, dan pengalaman residensial. Di Indonesia, perusahaan melihat sektor-sektor tersebut sebagai peluang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat akan gaya hidup sehat dengan perkembangan ekonomi wellness.

Founder and CEO of Technogym, Nerio Alessandri/Dok. Technogym

Curated For You

Editorial Team

Related Article