Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

KING Tilapia Masuk Pasar Horeka, Bidik Standar Baru Kuliner Premium

3 min read
KING Tilapia Masuk Pasar Horeka, Bidik Standar Baru Kuliner Premium
Dok. Regal Springs
  • Regal Springs memperkenalkan KING Tilapia untuk pasar restoran, hotel, dan foodservice Indonesia, dengan posisi premium berdasarkan standar kualitas internal perusahaan.
  • Produk menawarkan loin minimal 106 gram, tebal 25 milimeter, cooking yield di atas 85 persen, serta rasa ringan untuk mendukung porsi dan biaya dapur.
  • Ekspor tilapia Indonesia mencapai US$93,51 juta pada 2024, naik 14,4 persen, sementara Regal Springs menekankan sertifikasi produksi dan rantai pasoknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Pasar kuliner premium tidak hanya bertumpu pada teknik memasak dan kreativitas chef, tetapi juga konsistensi bahan baku yang digunakan. Kebutuhan tersebut mendorong Regal Springs memperkenalkan KING Tilapia, produk tilapia premium yang menyasar industri restoran, hotel, dan foodservice di Indonesia. Produk ini diperkenalkan sebagai bagian dari upaya Regal Springs membangun diferensiasi kualitas tilapia untuk kebutuhan dapur profesional.

KING Tilapia ditempatkan pada kategori premium dalam The Global Open Standard for Tilapia Quality, kerangka standar yang digunakan perusahaan untuk membedakan kualitas produk. Kriterianya mencakup praktik budidaya yang terintegrasi dan bertanggung jawab, ukuran ikan, mutu pengolahan, sertifikasi, kesejahteraan ikan, hingga performa saat dimasak.

President Director Regal Springs Indonesia, Rudolf Hoeffelman, mengatakan pengembangan produk tersebut ditujukan untuk membuka diskusi dengan pelaku kuliner mengenai standar bahan baku dan kebutuhan operasional dapur. Melalui KING Tilapia, pihaknya ingin membuka lebih banyak ruang untuk berdiskusi dengan para chef dan pelaku hospitality mengenai bagaimana diferensiasi kualitas ikan Tilapia premium dapat diterapkan untuk kebutuhan dapur profesional,”

“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perikanan, baik sebagai pemasok bagi pasar internasional maupun sebagai sumber bahan baku untuk industri kuliner domestik. ujar Rudolf, dalam peluncuran “KING Tilapia – Unveiling a New Culinary Experience” berlangsung di Legian, Bali, Selasa (27/10), bekerja sama dengan PT Dineta Jaya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan pasar seafood internasional dan kebutuhan akan beragam pilihan white fish, tilapia premium dapat dieksplorasi untuk berbagai jenis hidangan. Konsistensi hasil masak dan efisiensi biaya per menu juga menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha kuliner.

Salah satu karakteristik yang ditawarkan KING Tilapia adalah potongan loin dengan berat minimum 106 gram dan ketebalan 25 milimeter. Produk ini diklaim memiliki cooking yield lebih dari 85 persen, daging berwarna putih alami, serta cita rasa ringan. Bagi restoran dan hotel, karakteristik tersebut berkaitan langsung dengan pengendalian biaya bahan baku. Potongan yang seragam membantu dapur menjaga ukuran porsi, sedangkan hasil masak yang konsisten dapat mempermudah perencanaan kebutuhan bahan dan penyajian menu.

Karakter ikan juga menentukan fleksibilitas pengolahan. Tilapia bercita rasa ringan sehingga dapat dipadukan dengan beragam bumbu tanpa mendominasi profil rasa hidangan. "Karakter rasanya yang ringan juga membuat ikan ini mudah dipadukan dengan beragam profil bumbu dan masakan, mulai dari hidangan Asia, Western, Afrika Utara, hingga tentunya masakan Indonesia,” ujar Chef Bara R. Pattiradjawane

Pengembangan produk untuk segmen premium berlangsung di tengah perdagangan tilapia Indonesia yang memiliki pasar ekspor. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan nilai ekspor tilapia Indonesia mencapai US$93,51 juta pada 2024, naik 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Volume ekspornya juga meningkat dari 11.170 ton menjadi 12.770 ton. Tilapia memag menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan Indonesia, meskipun kontribusinya masih lebih kecil dibandingkan udang, tuna-cakalang, dan sejumlah komoditas utama lainnya.

Selain karakteristik kuliner, Regal Springs menyoroti aspek nutrisi dan standar produksinya. Tilapia merupakan sumber protein serta mengandung vitamin D3 dan nutrisi lainnya. Perusahaan menyatakan menerapkan sejumlah standar dan sertifikasi dalam rantai produksinya, antara lain Aquaculture Stewardship Council (ASC), Best Aquaculture Practice (BAP), BRCGS, International Featured Standard (IFS), sertifikasi halal, serta standar nasional dan internasional lainnya. Sertifikasi tersebut berkaitan dengan aspek yang berbeda dalam budidaya, pengolahan, keamanan pangan, dan pengelolaan rantai pasok; penerapannya perlu dinilai sesuai cakupan masing-masing sertifikat.

Sebagai informasi, Regal Springs memulai operasinya di Indonesia pada akhir 1988 dan mulai membudidayakan tilapia di Danau Toba, Sumatera Utara, pada 1998. Perusahaan mengintegrasikan pembenihan, budidaya, dan pengolahan untuk memasok produk tilapia Indonesia ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More