Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Stablecoin dan Cara Kerjanya? Simak Penjelasannya
stablecoin (magnific.com/Wirestock)
  • Stablecoin adalah aset kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai dengan mengacu pada mata uang fiat, komoditas, atau aset kripto lain.

  • Stablecoin menjaga nilainya melalui cadangan aset, jaminan kripto, atau mekanisme algoritma sesuai jenisnya.

  • Nilainya relatif stabil, tetapi stablecoin tetap menghadapi risiko depegging, kecukupan cadangan, kredibilitas penerbit, dan perubahan regulasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bitcoin dan Ethereum memiliki harga yang dapat berubah tajam dalam waktu singkat. Berbeda dari kedua aset tersebut, stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai dengan mengacu pada aset tertentu, seperti mata uang fiat.

Stablecoin banyak digunakan sebagai alat transaksi, pasangan perdagangan aset kripto, dan penyimpan nilai sementara. Lalu, apa itu stablecoin dan cara kerjanya? Simak pengertian, cara kerja, jenis, fungsi, serta risikonya berikut ini.

Apa itu stablecoin?

Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok pada aset relatif stabil, seperti mata uang fiat, emas, atau aset kripto lain. Sebagian stablecoin juga menggunakan mekanisme algoritma untuk menjaga nilainya.

Jenis yang umum digunakan adalah stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), yang dirancang bernilai sekitar 1 dolar AS per token. Tujuan utamanya bukan mengejar kenaikan harga, melainkan menyediakan aset digital dengan volatilitas lebih rendah.

Bagaimana cara kerja stablecoin?

Stablecoin bekerja dengan menjaga harga token tetap mendekati nilai aset acuannya atau peg. Mekanismenya berbeda-beda, tergantung jenis stablecoin dan aset pendukungnya.

Pada stablecoin berbasis fiat, penerbit menyimpan kas atau aset cadangan sebagai penopang token yang beredar. Token dapat diterbitkan ketika dana masuk dan dimusnahkan saat ditukarkan kembali. Proses jual beli di pasar turut membantu menjaga harganya tetap mendekati nilai acuan.

Sementara itu, stablecoin berbasis kripto menggunakan aset digital sebagai jaminan melalui smart contract. Ada pula stablecoin algoritmik yang mengatur jumlah token secara otomatis untuk menyeimbangkan permintaan-penawaran. Namun, harga stablecoin tetap dapat menyimpang dari nilai acuan atau mengalami depegging.

Jenis-jenis stablecoin

Berdasarkan mekanisme penopangnya, stablecoin dibagi menjadi beberapa jenis.

  • Fiat-backed stablecoin, yaitu stablecoin yang didukung cadangan mata uang fiat seperti dolar AS. Contohnya USDT dan USDC.

  • Commodity-backed stablecoin, yakni stablecoin yang dipatok pada komoditas seperti emas.

  • Crypto-backed stablecoin, yaitu stablecoin yang dijamin aset kripto lain melalui smart contract. Jenis ini umumnya menggunakan jaminan berlebih (overcollateralization) untuk mengantisipasi fluktuasi harga.

  • Algorithmic stablecoin, yaitu stablecoin yang menjaga kestabilan harga melalui algoritma yang mengatur jumlah token beredar tanpa mengandalkan cadangan aset.

Perkembangan stablecoin menunjukkan pentingnya memahami aset digital sebelum memasukkannya ke dalam portofolio. Perdalam wawasan mengenai tren, peluang, dan risiko investasi kripto bersama para praktisi di Fortune Indonesia Investment Forum 2026.

Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka

  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset

  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri

  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass)

  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun

  • Makan siang dan 2 kali coffee break

  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

Fortune Investment Forum.png


Stablecoin vs Bitcoin, apa bedanya?

Meski sama-sama berupa aset kripto, stablecoin dan Bitcoin memiliki fungsi berbeda. Stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai sehingga banyak digunakan sebagai alat transaksi, penyimpan nilai sementara, dan pasangan perdagangan.

Sementara itu, harga Bitcoin bergerak mengikuti permintaan dan penawaran sehingga lebih volatil. Stablecoin menghadapi risiko depegging, kecukupan cadangan, dan kredibilitas penerbit, sedangkan risiko utama Bitcoin berasal dari perubahan harga yang tajam.

Risiko yang perlu dipahami

Meski dirancang untuk mempertahankan nilai, stablecoin tetap memiliki sejumlah risiko, antara lain:

  • Risiko depegging: harga stablecoin menyimpang dari nilai aset acuannya.

  • Risiko pihak lawan: penerbit gagal menyediakan atau mengelola cadangan yang memadai.

  • Risiko regulasi: perubahan aturan dapat memengaruhi penerbitan, perdagangan, dan penggunaan stablecoin.

Sebelum menggunakannya, investor perlu memeriksa mekanisme penerbitan, jenis dan kecukupan cadangan, serta tata kelola penerbit. Pasalnya, setiap stablecoin memiliki sistem dan tingkat risiko berbeda.

Stablecoin menawarkan nilai yang relatif stabil untuk mendukung transaksi dalam ekosistem aset digital. Namun, kestabilan tersebut tidak dijamin sehingga investor tetap perlu mempertimbangkan risiko sebelum menggunakannya.

Demikian penjelasan mengenai apa itu stablecoin dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat!

FAQ seputar stablecoin dan cara kerjanya

Mengapa stablecoin berbeda dengan Bitcoin?

Stablecoin dirancang menjaga harga tetap stabil, sedangkan Bitcoin bergerak mengikuti mekanisme pasar.

Apa saja contoh stablecoin?

Contoh stablecoin berbasis dolar AS yang umum digunakan adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC).

Apa risiko utama stablecoin?

Risiko utamanya meliputi de-peg risk dan counterparty risk terhadap penerbit serta cadangan asetnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article