Jakarta, FORTUNE - Bagaimana perkembangan rencana IPO Persib Bandung? Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, buka suara terkait itu.
Ia memperkirakan, aksi korporasi tersebut masih tertunda karena konsolidasi aset. Untuk itu, Pemerintah Kota Bandung membuka kesempatan kepada Persib untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung guna meningkatkan valuasi perusahaan.
"Saat ini kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib baru di Stadion GBLA, sekitarnya belum. Nanti kita akan kembangkan ke arah sana," katanya kepada pers saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/8).
Area sekitar stadion itu mencakup lahan parkir, tempat latihan, sampai dengan tempat hiburan. Pihaknya pun akan mendorong kemitraan dengan klub basket Satria Muda Pertamina Bandung terkait penggunaan Stadion Basket Arena dan pengembangan sarana hoki di sebelahnya.
Menurutnya, jika perluasan kerja sama itu sudah mencapai tahap konsolidasi aset, maka valuasi Persib Bandung berpotensi bisa mencapai Rp1 triliun. "Jadi harus ada kerja sama pemanfaatan aset baru nanti akan berkembang," kata Farhan.
Lantas, kapan target pelaksanaan IPO Persib Bandung? Ia tak bisa memberikan jawaban pasti. "Tergantung para pemegang saham, kan saya sudah bukan pemegang saham lagi," ujarnya.
Sebelumnya, IPO Persib dikabarkan harus ditundak karena belum memenuhi seluruh persyaratan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Awalnya, Persib direncanakan akan menggelar IPO pada Juli 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Saidu Solihin, mengatakan, rencana IPO Persib memang pernah disampaikan secara publik. Namun, ia tak ingin menyimpulkan bahwa mereka 'gagal memenuhi persyaratan' tanpa adanya proses resmi yang bisa dikonfirmasi.
Lalu, apakah rencana IPO Persib saat ini sudah tercatat di pipeline IPO saham BEI? "Mengenai pipeline IPO BEI, pipeline hanya mencakup perusahaan yang sudah berada dalam tahapan proses sesuai ketentuan," katanya kepada Fortune Indonesia, Kamis malam. "Namun pada prinsipnya, BEI terbuka terhadap rencana IPO perusahaan, sepanjang seluruh persyaratan dan kesiapan sebagai perusahaan publik dapat dipenuhi."
Pada semester-I 2026, terdapat 7 IPO saham di pasar modal Indonesia. Dana yang dihimpun berjumlah Rp2,16 triliun. Hingga akhir Juli 2026, masih ada 4 perusahaan dalam pipeline IPO BEI, yang mencakup 2 perusahaan sektor kesehatan, 1 perusahaan consumer non-cyclicals, dan 1 perusahaan perindustrian.
