Bear Market Mulai Mereda, Bitcoin Berpeluang Pulih ke US$70.000?

- Bitfinex menilai dua dari tiga prasyarat pemulihan Bitcoin telah terpenuhi, didukung ekspektasi pelonggaran moneter dan likuiditas membaik, meski tekanan jual belum sepenuhnya hilang.
- Kunci kenaikan berkelanjutan adalah rotasi modal dari saham teknologi dan AI ke kripto, serta arus masuk ETF Bitcoin spot yang konsisten sebagai sumber permintaan institusional.
- Jika katalis permintaan menguat, Bitcoin berpeluang menguji US$70.000; bila arus modal tetap lemah, harga berisiko kembali ke area support sekitar US$57.000.
Jakarta, FORTUNE – Tekanan panjang yang membebani Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Bursa kripto Bitfinex menilai aset digital terbesar di dunia itu telah memenuhi sebagian besar prasyarat untuk memasuki fase pemulihan, meski belum sepenuhnya terbebas dari tekanan jual.
Melansir CoinMarketCap, analis Bitfinex menyebut dua dari tiga kondisi utama untuk membentuk tren kenaikan berkelanjutan telah terpenuhi. Salah satu penopangnya adalah meningkatnya ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter dan membaiknya kondisi likuiditas.
Lingkungan suku bunga yang lebih longgar biasanya memberikan ruang bagi investor untuk meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko. Bagi Bitcoin, perubahan tersebut dapat menjadi katalis yang membantu mengembalikan minat terhadap pasar kripto.
Namun, Bitfinex menilai satu elemen penting masih belum muncul, yakni pergeseran aliran modal dari saham teknologi dan sektor kecerdasan buatan (AI) menuju aset kripto.
Dalam beberapa waktu terakhir, dana investor masih banyak terserap oleh perusahaan teknologi dan pengembangan infrastruktur AI. Karena itu, Bitcoin membutuhkan perubahan arah arus modal agar pemulihannya tidak berhenti sebagai reli sementara.
Jika rotasi tersebut mulai terjadi dan dana kembali mengalir ke pasar kripto, analis Bitfinex memperkirakan Bitcoin berpeluang menguji level US$70.000.
Sebaliknya, apabila arus modal tetap tipis atau kembali keluar dari aset kripto, tekanan jual masih dapat berlanjut. Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpotensi kembali menguji area support di sekitar US$57.000.
Pandangan tersebut bukan satu-satunya sinyal yang menunjukkan Bitcoin mulai mendekati fase akhir bear market.
Pada pertengahan Juli, The Block melaporkan bahwa Bitfinex melihat struktur pasar Bitcoin mulai membaik setelah tekanan jual pada Juni mereda. Bitcoin sempat turun hingga US$57.803 pada akhir Juni, tetapi kemudian kembali bergerak di atas US$60.000. Bitfinex menyebut penurunan di bawah level US$58.000 sebagai failed breakdown, bukan awal dari penurunan yang lebih panjang.
Sementara itu, analis CryptoQuant juga melihat pola yang menyerupai fase akhir bear market. The Block melaporkan pada Mei bahwa indikator Bull Score Index CryptoQuant turun ke level 20, yang dikategorikan sebagai kondisi sangat bearish. Namun, analis menilai pola tersebut lebih menyerupai periode tekanan panjang yang dapat diikuti fase konsolidasi sebelum pemulihan.
Sinyal serupa datang dari indikator on-chain. U.Today melaporkan pada Juli bahwa perpotongan biaya perolehan Bitcoin yang dimiliki short-term holders dengan level tertentu dari long-term holders kembali memunculkan sinyal yang dalam siklus sebelumnya muncul mendekati akhir bear market. Namun, indikator tersebut belum berarti Bitcoin telah mencapai titik dasar atau memasuki bull market baru.
Artinya, pasar saat ini berada pada fase transisi. Tekanan ekstrem telah berkurang, tetapi konfirmasi pembalikan tren masih membutuhkan dukungan permintaan yang lebih kuat.
Arus modal jadi penentu
Faktor likuiditas menjadi semakin penting karena Bitcoin masih sensitif terhadap perubahan selera risiko investor. Bitfinex sebelumnya mencatat bahwa pemulihan Bitcoin pada Juni belum sepenuhnya didorong oleh permintaan baru.
Menurut analisis perusahaan, harga saat itu lebih banyak terbantu oleh berkurangnya tekanan jual dan membaiknya kondisi makro. Untuk membentuk tren naik yang lebih kuat, pasar spot, termasuk ETF Bitcoin dan perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury, perlu kembali menjadi sumber permintaan.
Pada Juli, kondisi tersebut mulai menunjukkan perbaikan. Bitfinex mencatat arus ETF Bitcoin spot AS mulai bergerak dari periode arus keluar menuju kondisi yang lebih seimbang. Dalam empat hari, ETF mencatat arus masuk bersih US$500,2 juta, meski sebelumnya sempat mengalami arus keluar US$424,7 juta dalam satu sesi.
Perubahan arus tersebut penting karena menjadi salah satu sumber permintaan institusional terhadap Bitcoin. Jika aliran dana berlanjut, peluang Bitcoin membangun dasar harga yang lebih kuat akan semakin terbuka.
Namun, pasar tetap menghadapi risiko dari sektor teknologi. Perkembangan AI telah menjadi magnet modal yang sangat besar, sementara sebagian perusahaan di ekosistem Bitcoin juga mulai mengalihkan sumber daya ke bisnis AI.
Bitfinex sebelumnya menyoroti fenomena perusahaan tambang Bitcoin Amerika Utara yang mulai mengembangkan bisnis infrastruktur AI dan high-performance computing. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa modal, listrik, dan kapasitas komputasi kini juga diperebutkan oleh industri AI.
Para analis senada bahwa Bitcoin masih buruh katalis. Oleh karena itu, level US$70.000 bukan sekadar target harga bagi Bitcoin. Level tersebut menjadi salah satu titik penting untuk melihat apakah pemulihan mampu berkembang menjadi tren yang lebih kuat.
Bitfinex sendiri sebelumnya menempatkan kisaran US$60.000 hingga sekitar US$68.266 sebagai area penting yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan struktur pasar. Konfirmasi yang lebih kuat membutuhkan arus masuk ETF yang berkelanjutan, stabilnya posisi pasar derivatif, serta penutupan harga di atas level resistensi utama.
Pada Agustus Bitfinex melihat penurunan pasokan dari pemegang jangka panjang sebagai perilaku yang lebih dekat dengan bear market tahap akhir ketimbang pola distribusi pada puncak siklus. Namun, Bitcoin masih menghadapi tekanan dari pemegang yang membeli pada level lebih tinggi dan kini berada dalam posisi rugi.
Dengan demikian, peluang pemulihan Bitcoin mulai terbuka, tetapi belum menjadi kepastian. Rotasi modal dari AI dan saham teknologi, arus ETF yang lebih konsisten, serta pelonggaran kondisi keuangan menjadi sejumlah faktor yang akan menentukan apakah fase akhir bear market benar-benar berubah menjadi siklus kenaikan baru.
Kalau katalis tersebut muncul bersamaan, US$70.000 dapat menjadi salah satu level pertama yang kembali diuji Bitcoin. Sebaliknya, absennya permintaan baru masih membuka risiko koreksi menuju area US$57.000.












