Kenapa IHSG Turun Hari Ini? BYAN hingga FTSE Jadi Tekanan

IHSG turun 0,56 persen ke 6.413 pada Rabu pagi, terutama akibat saham BYAN anjlok 12,74 persen setelah lonjakan sebelumnya dipicu rumor akuisisi.
Sentimen global membebani pasar: Wall Street dan bursa Asia melemah, sementara harga minyak, yield Treasury AS, arus dana asing keluar, serta rupiah melemah.
Investor menanti keputusan BI Rate yang diperkirakan tetap 5,75 persen dan mencermati FTSE Russell.
Jakarta, FORTUNE — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Rabu (19/8). Pukul 09.15 WIB, IHSG turun 36,26 poin atau 0,56 persen ke level 6.413.
Pelemahan IHSG terjadi setelah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang sehari sebelumnya menguat tajam justru masuk jajaran saham dengan penurunan terbesar. Pasar juga mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta perkembangan evaluasi indeks saham Indonesia oleh FTSE Russell.
Table of Content
BYAN berbalik melemah
Saham BYAN menjadi salah satu penekan utama IHSG pada awal perdagangan. Saham tersebut sempat turun 12,74 persen ke Rp15.075 per saham dan memberikan tekanan sekitar 32 poin terhadap IHSG.
Pergerakan ini terjadi sehari setelah BYAN melonjak sekitar 20 persen di tengah isu rencana akuisisi sekitar 62,2 persen saham perusahaan oleh Haji Isam. Namun, rumor tersebut telah dibantah oleh manajemen BYAN melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” ujar Sekretaris Perusahaan BYAN Jenny Quantero, dikutip Rabu (19/8).
Pembalikan arah saham BYAN kemudian menjadi salah satu faktor yang menekan IHSG. Pada pembukaan perdagangan, BYAN masuk jajaran top losers bersama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) serta PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).
Bursa global ikut menekan pasar
Sentimen dari pasar global turut menjadi beban bagi IHSG. Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (18/8), dengan Nasdaq turun 1,33 persen dan S&P 500 terkoreksi 0,69 persen.
Tekanan berlanjut ke pasar saham Asia Pasifik pada Rabu pagi. Indeks Nikkei 225 turun 2,20 persen secara intraday, sedangkan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 4,34 persen.
Pelemahan bursa Asia juga terjadi di tengah aksi jual saham teknologi, terutama produsen memori dan cip. Samsung Electronics turun 7 persen, SK Hynix melemah 9,2 persen, sementara Kioxia terkoreksi 7 persen.
Harga minyak dan yield obligasi naik
Pasar turut menghadapi kenaikan harga komoditas energi dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Harga minyak Brent telah naik selama dua pekan berturut-turut dengan akumulasi kenaikan 8,7 persen hingga mencapai 91 dolar AS per barel pada 18 Agustus 2026.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat memengaruhi tekanan inflasi global. Pada saat yang sama, imbal hasil US Treasury 10 tahun berada di 4,71 persen pada 19 Agustus 2026.
Panin Sekuritas menilai yield obligasi global dan harga minyak, ditambah arus keluar dana asing serta pelemahan rupiah, menjadi faktor yang dapat menekan IHSG. Nilai tukar rupiah sendiri kembali berada di sekitar Rp17.800 per dolar AS. Pergerakan nilai tukar menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan investor.
Keputusan BI Rate menjadi perhatian
Di dalam negeri, investor menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, akan diumumkan pada Rabu siang. BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Ajaib Sekuritas juga memperkirakan suku bunga acuan tetap di 5,75 persen dengan mempertimbangkan kondisi rupiah yang relatif stabil.
Keputusan BI menjadi salah satu sentimen penting bagi pergerakan pasar hari ini. Investor akan mencermati sinyal kebijakan bank sentral, terutama terkait upaya menjaga nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.
FTSE menunda perubahan indeks Indonesia
Faktor lain yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan FTSE Russell terkait evaluasi pasar saham Indonesia. FTSE masih mempertahankan pendekatan hati-hati terhadap pasar Indonesia dan menunda full index changes hingga Desember.
Untuk periode September, FTSE hanya melanjutkan penyesuaian yang bersifat wajib. Penambahan saham baru, kenaikan free float, dan positive WAF adjustment masih ditahan.
FTSE juga memberikan peringatan terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Saham yang masuk kategori itu terancam dihapus dari indeks efektif 21 September.
Keputusan FTSE tersebut menjadi sentimen bagi IHSG pada perdagangan Rabu (19/8). BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di area 6.400–6.490, sedangkan Ajaib Sekuritas memproyeksikan IHSG berada di kisaran 6.300–6.400.
FAQ seputar IHSG turun hari ini
Kenapa IHSG turun hari ini? IHSG tertekan oleh penurunan BYAN, pelemahan bursa global, kenaikan harga minyak dan yield obligasi, serta sentimen FTSE.
Berapa level IHSG pada awal perdagangan? Pada pukul 09.15 WIB, IHSG berada di level 6.413.
Mengapa saham BYAN turun? BYAN melemah setelah sebelumnya melonjak di tengah rumor akuisisi yang kemudian dibantah oleh perusahaan.
Berapa BI Rate yang diperkirakan pasar? Konsensus pasar memperkirakan BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.











