Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bitcoin Terkoreksi 32% dalam Enam Bulan, Bagaimana Prospek ke Depan?

Bitcoin Terkoreksi 32% dalam Enam Bulan, Bagaimana Prospek ke Depan?
Ilustrasi Aset Kripto Bitcoin. ([pexels.com/user/ilustrator](https://pexels.com/user/ilustrator))
Intinya Sih
  • Bitcoin menutup semester I 2026 di sekitar US$60.000 setelah terkoreksi 32%, dengan tekanan berlanjut ke semester II dan risiko pelemahan pada kuartal III.
  • Volume perdagangan spot di bursa kripto terpusat melemah sejak awal 2026, mencerminkan pendinginan aktivitas pasar dan permintaan investor yang belum pulih sepenuhnya.
  • Prospek Bitcoin dipengaruhi kondisi makro global, likuiditas, dan permintaan; saldo OTC yang berkurang sekitar 400.000 BTC sejak 2022 dapat memengaruhi keseimbangan suplai-permintaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Pergerakan harga Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah menutup paruh pertama 2026 dengan koreksi tajam. Pelemahan aset kripto terbesar di dunia itu memicu pelaku pasar untuk mencermati peluang pemulihan maupun potensi penurunan lanjutan pada semester kedua tahun ini.

Melansir CoinMarketCap, Bitcoin menutup semester I 2026 pada kisaran US$60.000, setelah terkoreksi sekitar 32 persen sepanjang enam bulan pertama.

Kondisi tersebut menjadi perhatian investor, terutama setelah Binance Research menerbitkan laporan tinjauan pertengahan tahun yang mengulas perkembangan pasar kripto dan faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi arah Bitcoin ke depan.

Laporan tersebut mencatat Bitcoin mengakhiri semester pertama dengan pelemahan sekitar 32 persen. Namun, riset tersebut tidak mengaitkan penurunan harga dengan satu faktor tertentu maupun menjelaskan secara rinci penyebab utama koreksi yang terjadi.

Tekanan terhadap Bitcoin pun berlanjut memasuki semester II 2026. Situasi ini membuat pelaku pasar menunggu apakah aset digital tersebut mampu membangun momentum pemulihan atau justru kembali mengalami pelemahan.

Pandangan serupa juga disampaikan Barron's, yang sebelumnya menilai Bitcoin masih berpotensi menghadapi tekanan selama kuartal III 2026 seiring sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih setelah penutupan semester pertama.

Meski menjadi salah satu referensi yang banyak diperhatikan investor, laporan Binance Research lebih berfungsi sebagai kajian terhadap kondisi makroekonomi dan pasar Bitcoin dibandingkan sebagai proyeksi harga jangka pendek.

Dalam laporan belum diungkap faktor yang memicu penurunan harga maupun pandangan spesifik mengenai arah pergerakan Bitcoin. Dengan demikian, belum dipastikan sinyal bullish ataupun bearish bagi pasar.

Selain tekanan harga, aktivitas perdagangan di pasar spot juga menunjukkan perlambatan. Volume transaksi pada bursa kripto terpusat (centralized exchange/CEX) dilaporkan melemah sejak awal 2026, mencerminkan pendinginan aktivitas perdagangan yang berlanjut hingga akhir semester pertama.

Memasuki paruh kedua tahun ini, prospek Bitcoin masih dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi makroekonomi global, permintaan investor, serta dinamika likuiditas di pasar aset digital. Level harga sekitar US$60.000 menjadi salah satu acuan yang terus dicermati pelaku pasar, sementara potensi tekanan pada kuartal III masih menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Di sisi lain, perkembangan pasokan Bitcoin juga menjadi perhatian. Sejumlah laporan menyebut saldo Bitcoin di pasar over-the-counter (OTC) telah berkurang sekitar 400.000 BTC sejak 2022. Penurunan pasokan tersebut dinilai dapat memengaruhi keseimbangan antara suplai dan permintaan di pasar.

Melansir Investopedia, pelemahan dinparuh pertama 2026 memang merusak citra bitcoin, baik sebagai aset berisiko yang dinamis maupun sebagai aset lindung nilai. Penurunan nilainya telah mendorong para pencari momentum untuk beralih ke aset yang bergerak lebih cepat, menurut beberapa pengamat pasar, termasuk saham yang terkait dengan AI, emas (meskipun emas sendiri telah mengalami penurunan), aset yang terkait dengan minyak, dan IPO SpaceX ( SPCX ).

"Jika Anda adalah investor nilai, Anda akan membeli pada harga-harga ini," kata Jim Ferraioli, direktur riset dan strategi kripto di Charles Schwab, dalam sebuah panel pertengahan Juni. "Tetapi bukan begitu cara kerja investor kripto. Mereka mengejar momentum."

Meski demikian, investor masih menunggu apakah berkurangnya pasokan tersebut mampu mengimbangi permintaan yang belum sepenuhnya pulih di tengah ketidakpastian kondisi pasar global.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More