Jakarta, FORTUNE – Tekanan panjang yang membebani Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Bursa kripto Bitfinex menilai aset digital terbesar di dunia itu telah memenuhi sebagian besar prasyarat untuk memasuki fase pemulihan, meski belum sepenuhnya terbebas dari tekanan jual.
Melansir CoinMarketCap, analis Bitfinex menyebut dua dari tiga kondisi utama untuk membentuk tren kenaikan berkelanjutan telah terpenuhi. Salah satu penopangnya adalah meningkatnya ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter dan membaiknya kondisi likuiditas.
Lingkungan suku bunga yang lebih longgar biasanya memberikan ruang bagi investor untuk meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko. Bagi Bitcoin, perubahan tersebut dapat menjadi katalis yang membantu mengembalikan minat terhadap pasar kripto.
Namun, Bitfinex menilai satu elemen penting masih belum muncul, yakni pergeseran aliran modal dari saham teknologi dan sektor kecerdasan buatan (AI) menuju aset kripto.
Dalam beberapa waktu terakhir, dana investor masih banyak terserap oleh perusahaan teknologi dan pengembangan infrastruktur AI. Karena itu, Bitcoin membutuhkan perubahan arah arus modal agar pemulihannya tidak berhenti sebagai reli sementara.
Jika rotasi tersebut mulai terjadi dan dana kembali mengalir ke pasar kripto, analis Bitfinex memperkirakan Bitcoin berpeluang menguji level US$70.000.
Sebaliknya, apabila arus modal tetap tipis atau kembali keluar dari aset kripto, tekanan jual masih dapat berlanjut. Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpotensi kembali menguji area support di sekitar US$57.000.
Pandangan tersebut bukan satu-satunya sinyal yang menunjukkan Bitcoin mulai mendekati fase akhir bear market.
Pada pertengahan Juli, The Block melaporkan bahwa Bitfinex melihat struktur pasar Bitcoin mulai membaik setelah tekanan jual pada Juni mereda. Bitcoin sempat turun hingga US$57.803 pada akhir Juni, tetapi kemudian kembali bergerak di atas US$60.000. Bitfinex menyebut penurunan di bawah level US$58.000 sebagai failed breakdown, bukan awal dari penurunan yang lebih panjang.
Sementara itu, analis CryptoQuant juga melihat pola yang menyerupai fase akhir bear market. The Block melaporkan pada Mei bahwa indikator Bull Score Index CryptoQuant turun ke level 20, yang dikategorikan sebagai kondisi sangat bearish. Namun, analis menilai pola tersebut lebih menyerupai periode tekanan panjang yang dapat diikuti fase konsolidasi sebelum pemulihan.
Sinyal serupa datang dari indikator on-chain. U.Today melaporkan pada Juli bahwa perpotongan biaya perolehan Bitcoin yang dimiliki short-term holders dengan level tertentu dari long-term holders kembali memunculkan sinyal yang dalam siklus sebelumnya muncul mendekati akhir bear market. Namun, indikator tersebut belum berarti Bitcoin telah mencapai titik dasar atau memasuki bull market baru.
Artinya, pasar saat ini berada pada fase transisi. Tekanan ekstrem telah berkurang, tetapi konfirmasi pembalikan tren masih membutuhkan dukungan permintaan yang lebih kuat.
