Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus: Tahap FGD Selesai
Pjs. Direktur Utama dan Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)

Jakarta, FORTUNE - Evaluasi kriteria Papan Pemantauan Khusus dan kebijakan Full Call Auction telah masuk ke babak baru. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyelesaikan tahap Forum Group Discussion (FGD) dengan para pelaku pada pekan lalu.

Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan, sebelum itu, kajian statistik internal pun telah selesai. Selanjutnya, BEI akan merumuskan penyesuaian peraturan.

"Untuk kemudian kami sampaikan ke OJK rule making rule dan seluruh prosesnya. Jadi akan segera diulas. Kami harapkan secepat mungkin [selesai]," kata Jeffrey kepada media di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (18/5).

Salah satu poin yang rencananya akan disesuaikan dalam kebijakan FCA di Papan Pemantauan Khusus adalah kriteria yang dinilai tidak lagi relevan. Hal itu sejalan dengan peningkatan transparansi dan pengawasan di tengah upaya reformasi pasar modal sejak Februari 2026.

"Mungkin beberapa kriteria itu sudah tidak perlu masuk ke dalam Papan Pemantauan Khusus, tapi tetap bisa diperdagangkan di pasar reguler," ujar Jeffrey.

Sebelumnya, ia telah menyampaikan bahwa bursa memang melihat ruang untuk memperbaiki kebijakan Papan Pemantauan Khusus. Transparansi yang lebih tinggi, misal dari segi struktur kepemilikan saham, akan berdampak ke FCA.

Itu membuka peluang pengurangan kriteria kebijakan FCA dalam Papan Pemantauan Khusus. Selain itu, ada pula potensi untuk memberlakukan kembali mekanisme continuous dari auction. Sebagai konteks, mekanisme perdagangan FCA di Papan Pemantauan Khusus telah berlaku penuh pada 25 Maret 2024.

Akan tetapi, finalisasi dari poin-poin penyesuaian baru akan bursa rilis setelah 4 proposal peningkatan transparansi dan tata kelola bursa kepada penyedia indeks global, MSCI dan FTSE. "Karena saat ini masih fokus dengan pengembangan [proposal] untuk FTSE dan MSCI. [Perbaikan] itu mungkin secepat-cepatnya akan kami lakukan di kuartal-II 2026," ujar Jeffrey (23/2).

Editorial Team