Digital Realty Trust merupakan operator data center yang banyak mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan kapasitas komputasi AI. Permintaan penyewaan pusat data mencapai rekor baru pada kuartal I 2026, termasuk kontrak AI sebesar 200 MW. Perusahaan juga menaikkan proyeksi funds from operations tahun 2026 menjadi 8,00-8,10 dolar AS per saham.
Prospek saham AI ke depannya masih ditopang oleh tingginya belanja infrastruktur digital. Moody’s memperkirakan belanja modal perusahaan hyperscaler mencapai US$785 miliar pada 2026 dan mendekati US$1 triliun pada 2027.
Namun, besarnya prospek tersebut tidak menghilangkan risiko investasi. Investor perlu mempertimbangkan valuasi saham yang tinggi, persaingan teknologi, ketergantungan pada pelanggan besar, keterlambatan pembangunan pusat data, serta besarnya belanja modal yang dapat menekan arus kas perusahaan.
Karena itu tetap perlu menilai fundamental, valuasi, dan profil risiko setiap emiten sebelum mengambil keputusan investasi.
Sanggahan: Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli, menjual, maupun mempertahankan instrumen investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian, ataupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Mengapa Nvidia menjadi saham AI yang paling banyak diperhatikan? | Nvidia memasok GPU yang menjadi komponen utama untuk pelatihan dan operasional model AI. |
Apakah ada saham AI dari Indonesia? | Salah satunya adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang mengembangkan bisnis pusat data berbasis AI. |
Apa risiko investasi saham AI? | Risiko utamanya meliputi valuasi tinggi, volatilitas, persaingan teknologi, geopolitik, dan kebutuhan belanja modal yang besar. |