Jakarta, FORTUNE - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan perkembangan proposal pembelian saham bursa oleh Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia.
Menurut Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan, saat ini proses pembelian saham BEI oleh Danantara Indonesia tengah berada di tahap uji tuntas (due dilligence). Tahap ini merupakan bagian dari penjajakan Danantara dalam menjadi pemegang saham BEI selepas demutualisasi.
Namun, Jeffrey tak memperinci berapa persen porsi kepemilikan saham yang diajukan oleh Danantara. "Karena ini proses yang masih berjalan, tapi belum bisa kami ungkapkan," ujarnya setelah Konferensi Pers RUPSLB BEI, Rabu (28/10).
Sebelum ini, dalam kesempatan berbeda, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan, Danantara Indonesia berencana untuk mengajukan porsi kepemilikan saham BEI antara 5 persen sampai dengan 10 persen.
Namun, hal tersebut belum bersifat final. "Kalau kepastian kan kita harus tunggu setelah seluruh proses dan dokumen selesai," kata Jeffrey.
Selaras dengan hal tersebut, BEI baru saja mengumumkan perubahan anggaran dasar yang telah disetujui oleh para pemegang saham melalui RUPSLB pada Rabu ini. Dengan perubahan itu, pihak selain Anggota Bursa (AB) berpeluang menjadi pemegang saham BEI.
Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), ada 2 pihak lain dari sisi pemerintah yang disebut dapat mengajukan kepemilikan saham BEI, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI). Namun demikian, kedua lembaga pemerintah tersebut disebut belum menyatakan minat kepada BEI.
Terkait mekanisme demutualisasi, skenario yang berpotensi dilakukan oleh bursa adalah penerbitan saham melalui rights issue. Kemudian, di masa depan, terdapat peluang bagi bursa untuk melakukan IPO.
"Prosesnya sepertinya akan begitu. Tapi nanti akan dibahas lagi kemudian bersama dengan para pemegang saham. Karena untuk melakukan penerbitan saham baru, tentu dibutuhkan lagi persetujuan dari pemegang saham," kata Jeffrey.
