Comscore Tracker
MARKET

Saham AirAsia Indonesia Masih Digembok. Bagaimana Rencana Perseroan?

Fokus memaksimalkan pemulihan kinerja keuangan.

Saham AirAsia Indonesia Masih Digembok. Bagaimana Rencana Perseroan?Shutterstock/Abdul Razak Latif

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyampaikan perkembangan terkini terkait upaya perbaikan kinerja perseroan kepada bursa. Head of Corporate Secretary PT AirAsia Indonesia Tbk, Indah Permatasari Saugi menuturkan, perseroan masih akan memaksimalkan upaya pemulihan kinerja keuangan perseroan yang terdampak pandemi COVID-19.

"Saat ini, Perseroan sudah mulai mengoperasikan penerbangan komersialnya sejak September 2021 yang lalu dan secara berkala berencana untuk membuka semua rute yang sebelumnya dioperasikan oleh Indonesia AirAsia,” ujar Indah dalam laporan keterbukaan informasi bursa, dikutip Selasa (4/12).

Rencana aksi korporasi

Tak hanya itu, rencana aksi korporasi dalam rangka memenuhi ketentuan V.1 Peraturan Bursa Nomor I-A mengenai free float telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham utama dan sedang dalam proses finalisasi.

"Perseroan berupaya agar pada periode kuartal II-2022, penghentian sementara atas perdagangan saham Perseroan akan dibuka oleh Bursa Efek Indonesia sehingga saham Perseroan bisa kembali diperdagangkan di Pasar Reguler," tulis laporan tersebut.

Sehubungan dengan kewajiban pemenuhan free float, maka perdagangan saham Perseroan telah diberhentikan sementara atau disuspensi oleh BEI sejak 5 Agustus 2019.

Fokus pemulihan kinerja

Perseroan saat ini fokus pada keberlangsungan dan pemulihan kinerja perseroan dengan memaksimalkan berbagai peluang bisnis yang ada seperti kargo dan charter. Selain itu, meluncurkan sejumlah aktivitas promosi, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan permintaan perjalanan.

Perseroan masih terus menerapkan kebijakan cost containment di beberapa lini dan melakukan negosiasi ulang biaya dengan para supplier dan stakeholder yang berhubungan dengan operasional perseroan untuk memaksimalkan pengelolaan biaya.

Sebagai informasi, perseroan sudah mengoperasikan penerbangan komersialnya sejak September 2021 dan secara berkala berencana untuk membuka semua rute yang sebelumnya dioperasikan oleh Indonesia AirAsia. 

Selain itu, untuk meningkatkan permintaan layanan penerbangan yang sebelumnya sangat rendah, Indonesia AirAsia juga memberikan kebijakan untuk menambah jatah bagasi terdaftar gratis dari sebelumnya 15 kg menjadi 20 kg per penumpang untuk pemesanan baru di platform AirAsia SuperApp dan semua agen penjualan tiket AirAsia. Selain bagasi terdaftar 20 kg, setiap penumpang juga dapat membawa barang bawaan (carry-on baggage) ke dalam pesawat dengan total berat hingga 7 kg dengan ukuran dan jumlah sesuai ketentuan.

Kinerja kuartal III 2021

Hingga kuartal III 2021, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 487,43 miliar, anjlok 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meskipun begitu, perseroan berhasil menekan beban usaha hingga Rp1,96 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,46 triliun. Dengan demikian, kerugian usaha sampai September 2021 tercatat Rp1,48 triliun, lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,06 triliun.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,65 triliun, turun dari periode yang sama pada 2020 sebesar Rp1,72 triliun.

Related Articles