Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dividen Perdana BEI Rp1,56 Triliun, Bursa Bidik Laba 2027 Naik 22,7%
Bursa Efek Indonesia. (Wikimedia Commons)
  • BEI menyetujui dividen tunai perdana Rp1,56 triliun melalui RUPSLB, bersumber dari saldo laba ditahan auditan Juni 2026 dan dibagikan kepada pemegang saham terdaftar 27 Oktober 2027.
  • Dalam RKAT 2027, BEI menargetkan laba bersih Rp563,9 miliar, naik 22,76 persen, serta pendapatan Rp2,59 triliun, didorong transaksi efek, pencatatan, dan layanan data.
  • BEI membidik RNTH Rp21 triliun, 905 efek baru, serta 1,3 juta investor aktif bulanan pada 2027; investasi Rp670 miliar disiapkan untuk infrastruktur, bisnis, dan edukasi pasar modal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepakat membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham dengan total Rp1,56 triliun. Ini merupakan pembagian dividen pertama bursa.

Keputusan tersebut telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Main Hall gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10). Menurut Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, dividen khusus itu akan didistribusikan kepada pemegang saham yang termasuk dalam Daftar Pemegang Saham pada 27 Oktober 2027.

"[Nilai dividen] setara dengan Rp17 miliar per saham," ujar Jeffrey dalam konferensi pers RUPSLB di BEI.

Sumber dana dividen adalah saldo laba ditahan mengacu pada laporan keuangan auditan per akhir Juni 2026. Selain untuk dividen, saldo tersebut juga dialokasikan sebagai cadangan operasional dan pengembangan, dengan nilai Rp2 triliun, sesuai dengan Pasal 26 Ayat 2 POJK 13.

Hal tersebut juga selaras dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 serta perubahan anggaran dasar memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam RKAT 2027, BEI menetapkan target laba bersih sebesar Rp563,9 miliar, naik 22,76 persen (YoY) dari target di RKAT 2026 revisi. Pendapatan pun dipeoyeksikan mencapai Rp2,59 triliun pada tahun depan, naik 14,6 persen (YoY) dari RKAT 2026 revisi.

Target itu dilandasi oleh proyeksi kenaikan transaksi efek, jasa pencatatan efek, juga pertumbuhan layanan data kebursaan.

Dari segi aktivitas transaksi misalnya, BEI memperkirakan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) akan mencapai Rp21 triliun pada 2027, meningkat 16,7 persen (YoY). Jumlah pencatatan efek baru pun dibidik naik 13,1 persen (YoY) menjadi 905 efek, mencakup 25 pencatatan saham, 175 obligasi dan sukuk, serta 705 efek lain seperti waran terstruktur dan produk investasi kolektif. Selain itu, rata-rata investor aktif bulanan dibisik naik 44,4 persen (YoY) menjadi 1,3 juta investor, dari sebelumnya 900.000 investor.

Guna mendukung realisasi target itu, bursa pun menyiapkan belanja investasi senilai Rp670 miliar, lebih tinggi 161,82 persen (YoY) dibandingkan RKAT 2026 revisi. Perusahaan akan menggunakan dana itu untuk pengelolaan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan bisnis bursa ke depan.

BEI juga akan memperluas cakupan edukasi, literasi, dan aktivasi pasar modal melalui jaringan kantor perwakilan, galeri investasi, dan pemanfaatan kanal digital.

Curated For You

Editorial Team

Related Article