Jakarta, FORTUNE – PT United Tractors Tbk (UNTR) kembali melakukan transaksi afiliasi di lingkungan grup usahanya. Kali ini, transaksi dilakukan antara dua entitas anak perusahaan, yakni PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Agincourt Resources (PTAR), melalui skema fasilitas pinjaman bergulir senilai maksimal US$70 juta.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/6) kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian pinjaman pada 22 Juni 2026. Dalam transaksi tersebut, DTN bertindak sebagai pemberi pinjaman, sementara PTAR menjadi pihak penerima dana.
Fasilitas pinjaman yang disediakan memiliki plafon hingga US$70 juta dan akan dimanfaatkan PTAR untuk mendukung kebutuhan operasional serta keperluan umum perusahaan.
Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1,15 persen per tahun dengan masa berlaku sejak tanggal penandatanganan perjanjian hingga 16 Juni 2029.
Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan, menjelaskan keputusan DTN menyalurkan dana kepada PTAR dinilai lebih memberikan manfaat dari sisi bisnis dibandingkan menempatkan dana kas dalam instrumen deposito perbankan.
Menurutnya, tingkat imbal hasil yang diperoleh dari fasilitas pinjaman tersebut lebih menarik dibandingkan suku bunga deposito yang berlaku saat ini.
Di sisi lain, PTAR juga memperoleh keuntungan berupa akses pendanaan yang lebih efisien. Selain proses yang lebih cepat, jangka waktu pinjaman serta persyaratan yang diberikan dinilai lebih fleksibel dibandingkan apabila perusahaan memperoleh pembiayaan dari pihak ketiga, tanpa mengabaikan prinsip kewajaran transaksi.
Ari menegaskan transaksi tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi transaksi afiliasi. Perseroan juga memastikan seluruh informasi material yang relevan telah disampaikan kepada publik.
“Perseroan telah memenuhi prosedurnya untuk memastikan bahwa transaksi dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum,” katanya.
Lebih lanjut, Dewan Komisaris dan Direksi UNTR menyatakan tidak terdapat fakta material yang disembunyikan atau tidak diungkapkan kepada publik terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, seluruh informasi yang disampaikan kepada investor dan pemangku kepentingan dinilai telah mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Transaksi ini sekaligus menunjukkan upaya optimalisasi pengelolaan likuiditas di dalam grup usaha United Tractors melalui pemanfaatan dana internal yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
