MDKA Bagi Dividen Rp300 M dan Raih Restu Private Placement

- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membagikan dividen Rp300 miliar dan mendapat persetujuan untuk melakukan private placement hingga 2,45 miliar saham atau 10 persen dari modal disetor.
- Anak usaha MDKA, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), mulai produksi dan penjualan emas perdana pada awal 2026 dengan target produksi tahunan mencapai 100.000–115.000 ounces.
- Produksi nikel PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melonjak signifikan di Konawe, sementara efisiensi biaya meningkatkan margin baik di sektor emas maupun nikel pada kuartal pertama 2026.
Jakarta, FORTUNE - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan membagikan dividen sejumlah Rp300 miliar. Selain itu, perseroan juga memperoleh restu untuk melakukan private placement.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, mengatakan, walaupun 2025 merupakan tahun penuh tantangan, MDKA memasuki 2026 dengan fondasi lebih kuat. Itu tercermin dalam kenaikan kinerja operasional, disiplin biaya lebih baik, serta kemajuan di berbagai platform pertumbuhan utama perseroan.
"Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," kata Albert dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/6).
Terkait private placement yang turut disetujui dalam RUPST Juni 2026, MDKA akan menerbitkan maksimal 2,45 miliar saham atau 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Persetujuan itu memberikan fleksibilitas tambahan bagi perseroan dalam pengelolaan permodalan dan berfungsi sebagai langkah kontigensi untuk mendukung kebutuhan pendanaan di masa mendatang jika diperlukan.
Dari segi operasional, anak usaha MDKA, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), melakukan penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026. Produksi awal EMAS mencapai 1.818 ounces emas, sedangkan penjualan pertamanya mencapai 516 ounces pada kuartal-I 2026. Itu langkah awal menuju target produksi 2026 sebesar 100.000 sampai dengan 115.000 ounces.
Di sektor nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat pertumbuhan produksi bijih yang kuat di tambang nikel Konawe, dengan produksi saprolit naik 72 persen (YoY) dan produksi limonit yang meningkat 195 persen (YoY) pada kuartal-I 2026. Fasilitas HPAL SLNC mencapai progres konstruksi 95 persen, sedangkan pabrik AIM mencatat output commissioning asam sulfat sebesar 120.911 ton pada kuartal tersebut.
Kinerja biaya juga membaik pada kuartal pertama 2026. Cash cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun 64 persen (QoQ) menjadi US$685 per ounce, sementara margin meningkat 130 persen (QoQ) menjadi US$4.156 per ounce, didukung oleh harga emas yang kuat. Pada sektor nikel, margin NPI naik 76 persen (QoQ) menjadi US$3.982 per ton, mencerminkan dampak dari efisiensi operasional dan inisiatif optimalisasi biaya.











