Faktor Rupiah dan MSCI, IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi Lagi

- IHSG diperkirakan lanjut melemah setelah terkoreksi 3,56 persen ke level 5.883,88 akibat sentimen negatif dari hasil tinjauan tahunan MSCI dan pelemahan rupiah.
- MSCI memperpanjang evaluasi status Indonesia hingga November 2026 dan membuka peluang penurunan ke Frontier Market jika reformasi pasar belum menunjukkan kemajuan signifikan.
- Analis menyoroti fokus pasar pada pergerakan rupiah, arus dana asing, serta rilis Core PCE AS yang menjadi acuan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah lagi pada perdagangan Kamis (25/6), setelah ditutup terkoreksi 3,56 persen ke level 5.883,88.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, koreksi kemarin terjadi setelah pasar merespons negatif hasil MSCI Annual Market Classification Review.
"Meski Indonesia tetap berstatus Emerging Market, MSCI memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026 dan masih membuka peluang penurunan status ke Frontier Market apabila reformasi pasar tidak menunjukkan kemajuan yang memadai. Sentimen juga diperburuk oleh pelemahan Rupiah ke Rp17.950 per dolar Amerika Serikat (AS)," kata Reza dalam risetnya.
Fokus pasar hari ini tertuju pada pergerakan rupiah, arus dana asing, serta rilis Core PCE AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 5.740–5.650, sementara 6.000–6.100 menjadi area resisten terdekat.
Daftar saham yang disoroti oleh tim BRIDS hari ini adalah SCMA, JSMR, dan SMIL.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menjelaskan, secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan dalam tren koreksi wajar selama masih berada pada “wave (b)” setelah membentuk pola long black closing marubozu candle.
"Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume, apalagi RSI berpotensi membentuk pola dead cross," kata Nafan dalam riset hariannya.
Ia memprediksi IHSG hari ini bergerak di kisaran support 5.858 dan 5.723 serta resisten di rentang 5.972 dan 6.127. Saham-saham pilihannya adalah ASII, JPFA, dan KLBF.
Rupiah tertekan 0,52 persen, seiring dengan meningkatnya ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga The Fed. Untuk hari ini, perhatian tertuju pada US PCE inti bulan Mei yang secara luas dianggap sebagai tolok ukur inflasi pilihan The Fed, disamping revisi perkiraan pertumbuhan PDB AS kuartal pertama tentunya.








