Comscore Tracker
MARKET

BEI Akan Luncurkan Papan New Economy, Ini Kriterianya

Papan New Economy Akan Diluncurkan 5 Desember.

BEI Akan Luncurkan Papan New Economy, Ini KriterianyaANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

by Ekarina

Jakarta, FORTUNE - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera meluncurkan papan perdagangan ekonomi baru (new economy) yang akan diisi perusahaan teknologi. Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, Papan New Economy akan dirilis 5 Desember mendatang. 

Iman mengatakan, papan perdagangan baru bakal segera diluncurkan menyusul telah diterima surat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, nantinya akan terdapat empat  jenis papan perdagangan di bursa saham yakni Papan Pengembangan, Papan Utama dan Papan Akselerasi. 

Papan perdagangan saham atau trading board berfungsi untuk mengklasifikasi kondisi suatu perusahaan saat pertama kali melakukan pencatatan di bursa. 

“Papan New Economy ini diciptakan untuk perusahaan yang punya pendekatan inovasi produk dan memiliki kemanfaatan sosial ekonomi yang luas. Yang terpenting adalah perusahaan ini setara (kapitalisasi) dengan papan utama,” kata dalam Workshop Media Gathering Pasar Modal 2022, di Bandung, Jumat (25/11).

Iman menyebutkan, saat ini terdapat 820 emiten yang menempati tiga papan perdagangan. Sebanyak 450 emiten menempati Papan Pengembangan, 350 emiten menempati Papan Utama, dan sisanya menempati Papan Akselerasi. 

Akomodor perusahaan teknologi

Papan new economy akan berlaku bagi calon perusahaan tercatat yang memenuhi karakteristik tertentu. Pertama, memiliki pertumbuhan pendapatan tinggi.

Kedua, perusahaan bersangkutan menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk atau jasa yang meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi serta memiliki kemanfaatan sosial yang luas. Ketiga, perusahaan masuk ke dalam bidang usaha yang sedang berkembang yang ditetapkan lebih lanjut melalui Surat Edaran Bursa.

Bila dilihat dari kriteria pendekatannya, Papan Economy ini kemungkinan ditujukan untuk mengakomodasi perusahaan berbasis teknologi. Terlebih proyeksi perusahaan dari sektor new economy yang meramaikan pasar modal cukup besar. 

Selain itu, Indonesia juga merupakan penghasil perusahaan dengan valuasi unicorn terbanyak di Asean. Dari 15 unicorn di Asean, 9 di antaranyaberasal dari Indonesia.

Meski begitu, Iman enggan mengungkap emiten mana saja yang akan menghuni papan ekonomi baru tersebut. 


 

Related Articles