MARKET

Ini 4 Alasan Utama GOTO Jual Kepemilikan Tokopedia ke TikTok

GOTO masih mempunyai 24,99 persen saham di Tokopedia.

Ini 4 Alasan Utama GOTO Jual Kepemilikan Tokopedia ke TikTokIlustrasi Live Shopping di Tokopedia/Dok. Tokopedia
by
15 December 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE -  PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) buka suara perihal  penjualan saham PT Tokopedia kepada TikTok Pte. Ltd (TikTok). Menurut perusahaan, ada empat alasan dan manfaat yang didapat dari transaksi tersebut.

Corporate Secretary GOTO RA Koesoemohadiani mengatakan, dengan adnaya rencana investasi ini, Tokopedia akan diuntungkan dengan mendapatkan akses secara langsung atas kesempatan live commerce yang sedang bertumbuh dengan pesat. 

"Melalui kerja sama ini, pertama Tokopedia dan TikTok akan membangun kombinasi bisnis sebagai pemimpin e-commerce, melanjutkan misi pengutamaan mata pencaharian untuk ratusan ribu pelaku UMKM di negara ini," kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Jumat (15/12).

Kedua, TikTok telah berkomitmen untuk memberikan pendanaan untuk Tokopedia. Kekuataan global dan finansial TikTok yang dinilai penting dalam mendukung upaya tersebut di tengah dinamika persaingan yang terus berkembang, seiring dengan berkembangnya Tokopedia, sebagaimana disebutkan dalam paparan kinerja (earnings call) kuartal terakhir GOTO. 

Meski begitu, GOTO akan tetap memiliki kepemilikan sebesar 24,99 persen dari entitas Tokopedia yang tidak akan terdilusi lebih lanjut dikarenakan pendanaan di masa depan dari TikTok.  Menurutnya, hal ini akan memberi dampak signifikan karena lingkungan persaingan dalam industri e-commerce masih tidak menentu.

Menurunya, dengan komitmen pendanaan dari TikTok dalam untuk menyokong pertumbuhan di masa depan Tokopedia, Perseroan akan mendapatkan fleksibilitas lebih tinggi untuk mengalokasikan sumber daya dan modal. "Termasuk kemampuan yang lebih baik untuk memperbaiki penjualan dan beban pemasaran serta profitabilitas Perseroan dan anak perusahaannya di masa depan terlepas dari dinamika persaingan di industri e-commerce,” ujarnya.

GOTO menerima biaya layanan

Ketiga, GOTO akan menerima biaya layanan e-commerce setelah transaksi diselesaikan. Hal ini menurutnya merupakan biaya secara kuartalan yang akan dibebankan atas layanan-layanan khusus yang akan diberikan, sesuai dengan persetujuan para pihak. 

Biaya layanan e-commerce merupakan hasil dari biaya yang disetujui, dengan rentang berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV) dari entitas Tokopedia, dikalikan dengan GMV dari Tokopedia, setelah mengeluarkan GMV dari digital goods, beberapa high value items tertentu, dan item-item yang tidak termasuk lainnya, yang akan disepakati oleh para pihak. 

"Dengan begitu, biaya layanan e-commerce ini akan secara langsung berkontribusi pada EBITDA GOTO," ujarnya. 

Peluang kolaborasi

Terakhir, kata Koesoemohadiani, GOTO berkeyakinan akuisisi ini berpeluang menciptakan kolaborasi menarik antara entitas Tokopedia yang telah diperluas dengan bisnis fintech dan on-demand GOTO. 

GOTO dapat memanfaatkan basis pengguna yang jauh lebih besar yang seharusnya mampu mendorong volume pembayaran, pemberian pinjaman, dan pengiriman GOTO, dan secara langsung meningkatkan pendapatan dan laba perseroan.

Dia juga menuturkan setelah penyelesaian transaksi dan perubahan pengendali Tokopedia terjadi dalam kuartal pertama tahun 2024. GOTO akan melakukan dekonsolidasi Tokopedia dalam laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan PSAK 65 Laporan Keuangan Konsolidasian. 

Dekonsolidasi sesuai dengan standar akuntansi mengharuskan GOTO untuk membalikkan seluruh aset dan liabilitas yang terkait dengan PT Tokopedia dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, yang meliputi goodwill. Sedangkan, kerugian atas dekonsolidasi akan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian dan rugi komprehensif lainnya.

Dengan demikian, GOTO akan mencatat sisa 24,99 persen kepemilikan saham di Tokopedia sebagai investasi pada entitas asosiasi dengan nilai wajar.

Melalui akuisisi itu, kepeilikan TikTok terhadap Tokopedia mencapai 75,01 persen atau 38,19 juta lembar saham. Perusahaan teknologi asal Tiongkok itu mengeluarkan invetasi US$840 juta atau setara dengan Rp13,188 triliun kepada Tokopedia untuk dapat mengambilbagian saham baru tersebut. Artinya, jika dibagi per lembar saham senilai Rp345 per lembar saham.

Related Topics