MARKET

Tertekan pada Kuartal-I, PJAA Harap Perbaikan pada Paruh Kedua-2024

Kunjungan menurun ketika Ramadan.

Tertekan pada Kuartal-I, PJAA Harap Perbaikan pada Paruh Kedua-2024Salah satu wahana Dufan. (Shutterstock/Isnani Husnayati)
07 May 2024

Fortune Recap

  • Pendapatan PJAA kuartal I-2024 turun 1,8% menjadi Rp255,6 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Laba bersih periode berjalan mencapai Rp13,02 miliar, lebih rendah dari tahun sebelumnya.
  • Total nilai aset turun 3,96% menjadi Rp3,59 triliun, namun perusahaan optimistis dengan ekspansi kawasan dan belanja modal Rp2 triliun.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mengantongi pendapatan sebesar Rp255,6 miliar pada kuartal I-2024.

Pendapatan tersebut turun 1,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, yakni Rp260,3 miliar. 

Kendati demikian, perseroan berharap kinerjanya dapat meningkat pada paruh pertama tahun ini.

Corporate Secretary PJAA, Agung Praptono, mengatakan sebagai perusahaan properti yang juga mengelola kawasan wisata, karakter bisnis PJAA sangat dipengaruhi oleh musim libur.

Adapun pada kuartal I-2024, telah terjadi pergeseran bulan Ramadan yang berujung pada penurunan pendapatan segmen tersebut.

“Kalender bulan Maret tahun ini hampir 70 persen merupakan bulan puasa Ramadan, dimana karakter pada bulan puasa akan terjadi tren penurunan kunjungan wisatawan,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (7/5).

Pada saat yang sama, kata Agung, PJAA melakukan belanja operasional lebih besar untuk persiapan menyambut peak season libur Lebaran guna memberikan konten kawasan, pengalaman liburan, serta customer journey yang semakin baik dan berbeda dari sebelumnya.

“Hal ini tentu membawa konsekuensi peningkatan biaya yang mempengaruhi pencapaian laba perusahaan di kuartal I-2024 ini,” kata Agung.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.