MARKET

TKN Prabowo Usul Perkuat Fungsi Intelijen di Pasar Modal

Fungsi intelijen di pasar modal masih lemah.

TKN Prabowo Usul Perkuat Fungsi Intelijen di Pasar ModalIHSG terkoreksi. (Shutterstock/Triawanda Tirta Aditya)
09 January 2024

Jakarta, FORTUNE – Tim Ekonomi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Dradjad Hari Wibowo, menyoroti fungsi intelijen dari regulator di Pasar Modal yang belum maksimal.

Pasalnya, saat ini banyak terjadi kasus di pasar modal yang berpotensi merugikan investor, salah satunya aksi menggoreng saham. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan dalam fungsi tersebut.

"Di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) itu ada fungsi intelijen,” kata dia dalam Dialog Arah Kebijakan Investasi dan Pasar Modal 2024-2029 dengan APINDO di Jakarta, Senin (8/1).

Peran intelijen yang dimaksud Dradjad, bukanlah seperti yang dilakukan oleh BIN, Intelkampolri, maupun KPK, melainkan fungsi intelijen dalam ranah ekonomi sesuai kewenangan OJK yang menurutnya masih lemah.

Dradjad menceritakan ketika menjabat sebagai Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara (DISK BIN) periode 2014-2015, dia pernah memberikan pelatihan intelijen di pasar modal untuk para regulator seperti OJK maupun Bank Indonesia (BI).

Dia pun mencontohkan di negara maju juga terdapat peran regulator pasar modal yang berperan dalam perlindungan investor. Misalnya, di Amerika Serikat terdapat Securities and Exchange Commission (SEC) dan Consumer Financial Protection Bureau (CFPB).

Fungsi intelijen pasar modal

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.