Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

EPAC Rights Issue 2 Miliar Saham, untuk Apa Dananya?

2 min read
EPAC Rights Issue 2 Miliar Saham, untuk Apa Dananya?
Produk PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC). (Dok. EPAC)
  • EPAC berencana menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru melalui rights issue untuk belanja modal, pengurangan utang terutama bank, serta modal kerja.
  • Dana modal kerja ditujukan mendukung pengadaan bahan baku, produksi kemasan plastik fleksibel, pemenuhan pesanan pelanggan, dan distribusi; harga serta rasio HMETD belum ditetapkan.
  • EPAC juga merencanakan buyback hingga Rp20 miliar atau maksimal 10 persen saham, dengan persetujuan RUPSLB pada 3 November 2026; sahamnya melemah 21,82 persen sebulan terakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Emiten PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atau rights issue, dengan menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru.

Dana hasil rights issue tersebut akan perseroan gunakan untuk belanja modal bagi pengembangan usaha. Itu sejalan dengan kegiatan perseroan, pengurangan sebagian utang terutama utang bank, dan modal kerja.

"Tambahan modal kerja diharapkan mendukung pengadaan bahan baku, proses produksi kemasan plastik fleksibel, pemenuhan pesanan pelanggan, serta distribusi," kata Corporate Secretary Megalestari Epack Sentosaraya dalam keterbukaan informasi, Senin (28/9).

Jumlah rights issue itu merupakan batas maksimum rencana penerbitan saham. Harga pelaksanaan, rasio HMETD, dan nilai dana yang akan diperoleh belum ditetapkan. Ketentuan final akan disampaikan dalam prospektus.

Selain rights issue, EPAC juga akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal Rp20 miliar. Perseroan merencanakan buyback maksimal 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada tanggal RUSPLB.

"Buyback direncanakan berlangsung secara bertahap dalam waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, dengan mempertimbangkan ketersediaan dana dan kebutuhan operasional perseroan," kata EPAC dalam pengumuman.

Untuk meminta persetujuan pemegang saham, EPAC akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2026.

Rencana rights issue diharapkan mendukung ekspansi perseroan, sedangkan buyback adalah bagian dari pengelolaan struktur permodalan. Pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut akan bergantung pada persetujuan yang diperlukan, kondisi perseroan, dan ketentuan final yang akan disampaikan sesuai peraturan yang berlaku.

Pada akhir perdagangan Senin, saham EPAC melemah 14 persen ke Rp43, dari harga penutupan Jumat (25/9), yakni Rp43. Selama sebulan terakhir, EPAC telah melemah 21,82 persen.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More